KLH Pulihkan Ekosistem Mangrove dengan RANTAI EMAS

Bisnis.com, JAKARTA -Kementerian Lingkungan Hidup kembali melaksanakan Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (RANTAI EMAS) di Provinsi Jawa Tengah untuk mengendalikan kerusakan ekosistem danau dan mitigasi terhadap dampak perubahan
Deliana Pradhita Sari | 02 Oktober 2013 18:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -Kementerian Lingkungan Hidup kembali melaksanakan Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (RANTAI EMAS) di Provinsi Jawa Tengah untuk mengendalikan kerusakan ekosistem danau dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.

Program RANTAI EMAS di Jawa Tengah dilakukan dengan merehabilitasi ekosistem mangrove di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Rembang, dan Pati selama 2 hari, 1—2 Oktober 2013.

RANTAI EMAS bertujuan untuk mengoordinasikan dan mendorong kegiatan rehabilitasi pesisir yang rusak oleh berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga secara langsung menyadarkan, melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat, terutama kaum ibu.

“Rehabilitasi kerusakan ekositem mangrove merupakan salah satu kegiatan penting dalam pengendalian kerusakan lingkungan. Dengan dilaksanakannya program aksi rehabilitasi kerusakan lingkungan pesisir oleh berbagai pemangku kepentingan, maka kerusakan lingkungan daerah pesisir dapat dikurangi dan kualitas lingkungan pesisir dapat ditingkatkan," kata  Arief Yuwono, Deputi III KLH Bidang Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, dalam keterangan pers, Rabu (2/10/2013).

Ekosistem mangrove sebagai sumberdaya dengan produktivitas tinggi telah dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sejak lama.

Namun, tekanan terhadap mangrove semakin meningkat, beberapa permasalahan yang biasa terjadi di kawasan pesisir termasuk kawasan pesisir Provinsi Jawa Tengah adalah terjadinya penurunan sumber daya alamiah antara lain erosi pantai, konversi hutan bakau, reklamasi pantai, serta pencemaran limbah industri dan domestik (sampah).

Ekosistem mangrove sangat penting bagi masyarakat pesisir, karena fungsinya dalam melindungi garis pantai dari hempasan gelombang dan tiupan angin kencang, mengatur sedimentasi, memperbaiki kualitas air, mengendalikan intrusi air laut, mengatur air bawah tanah dan menjaga stabilitas iklim mikro.

Ekosistem mangrove juga berperan dalam penyediaan sandang, pangan, papan dan bahan baku obat, karena merupakan tempat hidup berbagai flora dan fauna.

RANTAI EMAS diharapkan dapat memulihkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus memperbaiki ekonomi warga.

Melalui program ini KLH yakin bahwa fungsi ekosistem mangrove dapat mulai pulih dalam kurun waktu 4 – 5 tahun. Hal ini karena warga setempat yang membibitkan, menanam, dan memelihara, diharapkan timbul rasa memiliki. Setelah ekosistem mangrove pulih, masyarakat akan merasakan manfaat ekonominya.

 

Tag : klh, mangrove
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top