Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wafid Muharam Dituding Minta Uang Rp1 Miliar ke Adhi Karya

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Menpora Wafid Muharam dituding memerintahkan untuk meminta uang Rp1 miliar kepada PT Adhi Karya, dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana olah raga di Hambalang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 September 2013  |  20:36 WIB
Wafid Muharam Dituding Minta Uang Rp1 Miliar ke Adhi Karya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Menpora Wafid Muharam dituding memerintahkan untuk meminta uang Rp1 miliar kepada PT Adhi Karya, dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana olah raga di Hambalang.

Tudingan itu disampaikan oleh seorang saksi dalam kasus Hambalang, Saul Paulus David Nelwan.

"Iya pernah, buat kirim wasit ke Korea, Wafid Muharam minta tolong ke saya itu biasa," kata Paul usai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK, Selasa (10/9/2013).

Menurutnya, permintaan uang melalui Teuku Bagus Mohammad Noor, Direktur Operasional PT Adhi Karya.

Namun, Paul membantah mengenal atau pernah bertemu dengan Mantan Menpora Andi Malarangeng, termasuk menyangkal adanya titipan uang senilai Rp3 miliar dari PT Adhi Karya untuk Andi Mallarangeng. Paul sendiri, telah dicegah KPK sejak 17 Desember 2012.

Dalam kasus dugaan korupsi Hambalang itu, KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka yaitu mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, mantan Kabiro Perencanaan Kemenpora Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen saat proyek Hambalang dilaksanakan dan mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor.

Ketiganya disangkakan pasal 2 ayat 1, pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No. 20/2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, dalam kasus penerimaan hadiah, KPK telah menetapkan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

Anas disangkakan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah terkait dengan kewajibannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi hambalang adhi karya
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top