Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bawang dan Cabe Rawit di Malang Masih Tinggi

Bisnis.com, MALANG— Harga bawang merah dan cabe rawit di Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Mantung, Kec. Pujon, Kab. Malang, Jawa Timur, masih stabil tinggi, belum berubah, kecuali sawi putih yang turun tajam akibat memasuki musim puncak panen.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 25 Juli 2013  |  14:25 WIB

Bisnis.com, MALANG— Harga bawang merah dan cabe rawit di Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Mantung, Kec. Pujon, Kab. Malang, Jawa Timur, masih stabil tinggi, belum berubah, kecuali sawi putih yang turun tajam akibat memasuki musim puncak panen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis STA Mantung  Totok Purwanto mengatakan masih tingginya harga cabe rawit dan bawang merah disebabkan  dua komoditas hasil impor masih belum masuk ke pasar tersebut

“Akibatnya pasokan atas dua komoditas masih terbatas. Bahkan bawang merah kualitas premium asal Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak ada di pasar. Jika ada harganya di kisaran Rp40.000 per kg,” kata Totok di Malang, Kamis (25/7/2013).

Untung bawang merah yang bukan dari Ampenan, harganya berkisar Rp29.000-Rp30.000 per kg, sedangkan cabe rawit Rp50.000 per kg. Harga sebesar itu stabil bila dibandingkan harga dua komoditas sepekan sebelumnya.

Harga komoditas sayuran lainnya juga stabil. Tomat Rp7.500 per kg, cabe merah besar Rp10.000 per kg, dan cabe merah keriting Rp19.000-Rp20.000 per kg. Selanjutnya, bawang prei Rp8.000 per kg, kol Rp3.500 per kg, buncis Rp2.000-Rp2.500 per kg,. dan kentang Rp5.600-Rp6.000 per kg.

Harga sawi putih putih turun drastis dari Rp2.500-Rp4.000 per kg pekan lalu turun menjadi Rp1.000-Rp1.500 per kg pada saat ini. Hal itu terjadi karena sentra-sentra produsen sayur seperti di Kota Batu memasuki panen raya.

Karena itulah pasokan sawi putih ke pasar menjadi banyak dan otomatis harganya juga anjlok.

Terkait dengan harga sayuran pada sepekan menjelang Lebaran, dia memperkirakan justru akan naik, jika komoditas impor belum masuk Pasar Mantung.

Jika komoditas impor seperti bawang merah dan cabe rawit impor masuk ke pasar tersebut, maka otomatis harga dua komoditas akan turun. Penurunan harga tidak bisa dihindari karena pasokan dua komoditas berlimpah di pasar.

Karena itulah, dengan pasokan komoditas yang berlimpah, tidak mungkin berdagang berani bermain-main dengan menaikkan harga. Yang terjadi justru harga komoditas akan turun.

Pertimbangan jika pedagang tetap menaikkan harga sedangkan pasokan berlimpah, maka permintaan pasar akan menurun karena daya beli masyarakat menurun. Dampaknya pedagang sendiri yang justru akan  merugi.

Namun jika sampai menjelang Lebaran, bawang merah dan cabe rawit impor belum masuk ke Mantung, maka harga dipastikan akan naik. Kenaikan juga dialami komoditas sayuran lainnya.

Hal itu bisa terjadi karena menjelang Lebaran, konsumsi sayur meningkat untuk berbagai kepentingan, seperti selamatan maupun maupun merayakan Hari Raya Idulfitri.

“Prediksi itu didasarkan pada pola permintaan pada setiap tahun. Intinya, setiap menjelang Lebaran permintaan sayur meningkat yang diikuti dengan naiknya harga komoditas-komoditas tersebut.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang malang cabai
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top