Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengapa Muhammadiyah Mangkir dalam Rapat Istbat?

Bisnis.com, JAKARTA-Insya Allah sore ini mulai pukul 16.00 WIB, Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah. Melalui mekanisme sidang itsbat, Kemenag akan menetapkan kapan dimulainya puasa Ramadhan bagi

Bisnis.com, JAKARTA-Insya Allah sore ini mulai pukul 16.00 WIB, Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah. Melalui mekanisme sidang itsbat, Kemenag akan menetapkan kapan dimulainya puasa Ramadhan bagi umat Islam. Mengapa Muhammadiyah mangkir?

Inilah alasan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia mengaku konsisten pada keputusan sebelumnya untuk tidak bergabung dalam sidang Itsbat yang nantinya digelar pemerintah terkait penetapan 1 Ramadhan 1434 Hijriyah/2013 Masehi dan 1 Syawal 1434 H/2013 M.

"Muhammadiyah masih belum mencabut keputusannya untuk tidak mengikuti sidang tersebut, yang dianggap tidak menampung aspirasi Muhammadiyah dan cenderung mengolok-olok," kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas dalam konferensi pers di Gedung PP Muhammadiyah, Jl.Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Kamis (13/6/2013).

Dalam maklumatnya, Muhammadiyah telah menetapkan ijtima jelang Ramadhan 1434 H, akan terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 mulai pukul 14:15:55WIB, sedangkan tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +0® 44’ 59”, dan hilal akan wujud membelah dari kawasan Indonesia.

Dengan kriteria hisab wujudul hilal yang telah terpenuhi tersebut, PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1434 H akan jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013.

Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Oman Faturohman menjelaskan ditetapkan juga awal Syawal dan Dzulhijjah 1434 H, dimana 1 Syawal akan jatuh pada 8 Agustus 2013 dan 1 Dzulhijjah akan jatuh pada Ahad, 6 Oktober 2013, sehingga Idul Adha akan jatuh pada Selasa Pahing, 15 Oktober 2013.

Padahal rencana Kementerian Agama sudah matang bersama tim hisab yang telah dibentuk. "Kami telah menyiapkan tim hisab dan rukyat di berbagai titik pada 33 Provinsi se-Tanah Air," kata Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenag, Zubaidi, dalam laman Kemenag. 

"Dalam pemantauan hilal, kami juga melibatkan tim hisab dan rukyat dari masyarakat dan ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan beberapa pesantren".

Dia memastikan bahwa hasil sidang isbat akan langsung disosialisasikan kepada masyarakat. (LN)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : News Editor
Editor : Lahyanto Nadie

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper