Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUTAN MANGROVE, Militer dan Penyelamatan Lingkungan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Hutan mangrove Indonesia di banyak kawasan semakin tertekan. Kepentingan ekonomi dalam skala besar dan kecil sering mengalahkan kepentingan ekologis yang vital demi kelestarian lingkungan.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 26 Juni 2013  |  20:28 WIB
HUTAN MANGROVE, Militer dan Penyelamatan Lingkungan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Hutan mangrove Indonesia di banyak kawasan semakin tertekan. Kepentingan ekonomi dalam skala besar dan kecil sering mengalahkan kepentingan ekologis yang vital demi kelestarian lingkungan.

Cukup banyak hutan bakau di pesisir yang dibabat dan diubah menjadi tambak udang atau apartemen mahal.

Bakau atau mangrove sangat penting dalam banyak hal, di antaranya meredam gelombang laut di pinggir pantai sehingga mengurangi abrasi.

Peran vegetasi payau ini juga memiliki peranan mempertahankan kedaulatan negara termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengatasi ancaman terhadap lingkungan.

Indonesia dan negara pulau lainnya menghadapi ancaman terhadap kedaulatan karena penaikan permukaan laut dan erosi pantai akibat dampak pemanasan global maupun perubahan iklim.

Akibatnya pulau dan wilayah pesisir akan tenggelam sehingga akan menjadi masalah kedaulatan teritorial.

Untuk menghindari ancaman ini pelibatan militer mungkin menjadi salah satu alternatif. Militer berperan penting mempertahankan kedaulatan negara termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengatasi ancaman terhadap lingkungan.

Meskipun  agaknya hal itu masih belum terlalu membumi, tetapi sebenarnya militer memiliki dua fungsi utama, yaitu  operasi perang dan operasi selain perang.

Kekuatan militer dapat dioptimalkan melalui berbagai kegiatan seperti pemulihan sumberdaya air dan sungai yang rusak, reboisasi lahan kritis, dan rehabilitasi terumbu karang yang rusak, termasuk upaya pelestarian hutan bakau.

Sebagaimana diketahui anggaran pertahanan di kawasan Asia Pasifik akan mengambil alih posisi Amerika Serikat dan Kanada pada 2021, menurut sebuah studi oleh analis terkemuka IHS Jane.
 
Secara keseluruhan, perdagangan global senjata meningkat 30% periode 2008-2012, dari US$56,5 miliar menjadi US$73,5 miliar. Indonesia sendiri  tahun ini dan tahun-tahun ke depan akan menaikkan anggaran pertahanan.

Alih-alih untuk membeli alat dan senjata untuk berperang, alangkah baiknya jika anggaran pertahanan kita juga mendukung operasi  selain perang.

Kondisi ini mengingat permasalahan perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan masyarakat dunia yang membutuhkan komitmen untuk mengantisipasinya.

Dengan pelibatan militer dalam operasi penyelematan lingkungan hidup, tentu akan membawa dampak yang positif baik dari segi kedaulatan negara, lingkungan dan peran militer itu sendiri.

 

Teguh Pujonugroho
Jl. Serayu, Nomor 19 Madiun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

militer mangrove hutan mangrove
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top