KABUT ASAP: Presiden Restui Model Water Bombing & Hujan Buatan

BISNIS.COM, JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui ide penanganan kabut asap kebakaran lahan Riau yang berdampak pada penurunan kualitas udara di Singapura.   Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 20 Juni 2013  |  23:14 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui ide penanganan kabut asap kebakaran lahan Riau yang berdampak pada penurunan kualitas udara di Singapura. 
  
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif telah melaporkan kepada Presiden secara langsung perkembangan bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Riau yang menyebabkan menurunnya kualitas udara dan jarak pandang di Singapura. 

Syamsul menyampaikan kepada Presiden tiga strategi dalam penanganan bencana asap tersebut yaitu: pertama, pemadaman kebakaran lahan dan hutan di daratan; kedua, pemadaman di udara melalui water bombing menggunakan helikopter dan hujan buatan menggunakan pesawat terbang; dan ketiga, sosialisasi dan penegakan hukum. 

"Presiden menyetujui strategi tersebut dan agar dilakukan secepatnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers, Kamis (20/6/2013). 

Presiden memerintahkan kepada Kepala BNPB untuk memegang kendali penanganan bencana asap tersebut, dan dilakukan secepatnya dengan melibatkan potensi nasional yang ada. 

Menindaklanjuti hal tersebut Kepala BNPB telah berkoordinasi dengan Menkokesra, Panglima TNI dan Kapolri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hujan buatan, kabu asap, water bombing

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top