Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGGELAPAN DANA: Nasabah Tuntut Bank Commonwealth Palembang

BISNIS.COM, PALEMBANG-- Nasabah Bank Commonwealth Cabang Palembang menuntut bank asing tersebut dan karyawannya ke Pengadilan Negeri Palembang karena kasus pencurian dan penggelapan uang nasabah senilai Rp5 miliar.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 12 Juni 2013  |  02:29 WIB
Bagikan

BISNIS.COM, PALEMBANG-- Nasabah Bank Commonwealth Cabang Palembang menuntut bank asing tersebut dan karyawannya ke Pengadilan Negeri Palembang karena kasus pencurian dan penggelapan uang nasabah senilai Rp5 miliar.

Pengacara nasabah Bank Commonwealth Alfred Simanjuntak mengatakan pegawai bank yang dilaporkan ke pihak berwajib itu telah mengelola uang nasabah bernama Vicki selama 5 tahun. 

"Kami melaporkan dengan pasal penipuan, penggelapan, keterangan palsu dan UU perbankan kepada Bank Commonwealth dan karyawannya,"kata Alfred dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (11/6/2013) malam. 

Alfred mengatakan pihaknya menuntut Bank Commonwealth ke pengadilan pada  29 Mei 2013 untuk gugatan perdata. 

Untuk pertama mediasi pada tanggal 11Juni, tetapi pihak bank tidak juga mau mengembalikan uang nasabahnya. 

Alfred memaparkan kejadian berawal ketika Vicki yang menjadi nasabah Bank Internasional Indonesia dan Bank Permata mengalihkan dana sekitar Rp5 miliar pada 2008 ke Bank Commonwealth Cabang Palembang lantaran  pegawai yang diperkarakan itu  berpindah kerja ke bank tersebut. 

"Vicki ditawari berinvestasi produk deposito di Bank Commonwealth dengan memberikan surat kuasa untuk mengelola dana tersebut kepada si karyawan. Akan tetapi, setelah beberapa tahun berlangsung tidak mendapatkan buktinya berupa surat-menyurat sehingga muncul kecurigaan," katanya. 

Dia menambahkan, ketika dia melakukan pengecekan sendiri dan mendapatkan informasi bahwa produk yang ditawarkan itu sudah kedaluarsa. 
"Setelah mendesak tergugat dan mendapatkan 'print out' tabungan ternyata dana sudah dibobol dan hanya tersisa sekitar Rp2 juta, termasuk ketika saya menyetor sekitar Rp800 juta pada akhir tahun lalu juga turut amblas," katanya. 

Anehnya, dari rekapitulasi transaksi keuangan itu, justru sempat tertulis saldo Rp7 miliar meski akhirnya langsung dialihkan ke rekening lain beberapa hari kemudian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank commonwealth palemnang alfred simanjuntak uu perbankan
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top