Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUAP BANSOS BANDUNG: Dada Rosada Diperiksa KPK Ketiga kalinya

BISNIS.COM, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai saksi dalam kasus suap dana bantuan sosial, Selasa (28/05/2013).Dada mengatakan pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Mei 2013  |  13:46 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai saksi dalam kasus suap dana bantuan sosial, Selasa (28/05/2013).

Dada mengatakan pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya yang pernah dilakukannya.

Sebelumnya, Dada sudah diperiksa sebanyak dua kali, yakni pada Kamis (23/5) dan Senin (20/5).

"Cuma pemeriksaan lanjutan saja koq," kata Dada Rosada.

Dalam setiap pemeriksaannya, Dada selalu diperiksa lebih dari 10 jam.

Lamanya proses pemeriksaan karena KPK ingin lebih intensif mengetahui sejauhmana keterlibatan Dada.

Keterlibatannya terus diteliti KPK, paska kabar dia diduga mengetahui asal dana ratusan juta rupiah yang diberikan kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dada juga diperiksa karena pada saat penggeledahan di ruang Setyabudi, KPK menemukan berkas acara pemeriksaan yang memuat nama Dada Rosada.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang, yaitu hakim Setyabudi Tejocahyono sebagai penerima suap dan HN (Herry Nurhayat) yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Bandung.

Kemudian AT (Asep Triana) yaitu perantara pemberian suap dan TH (Toto Hutagalung) yang merupakan orang dekat Dada Rosada.(yop)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk bandung suap bansos dada rosada
Editor : Yoseph Pencawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top