Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perempuan Rusia Ledakkan Diri di Gedung Kepolisian Dagestan

BISNIS.COM, MOSKOW -- Seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri dengan meledakkan dirinya di dalam sebuah mobil di dekat gedung kepolisian di wilayah Dagestan, Rusia, Sabtu (25/5/2013).
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 25 Mei 2013  |  18:57 WIB

BISNIS.COM, MOSKOW -- Seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri dengan meledakkan dirinya di dalam sebuah mobil di dekat gedung kepolisian di wilayah Dagestan, Rusia, Sabtu (25/5/2013).

Akibat aksi bom bunuh diri tersebut, 11 polisi dan pejalan kaki mengalami luka.

Dagestan adalah wilayah Rusia yang memiliki berbagai macam etnis. Sebagian besar warganya beragama Islam, dan tinggal di antara Chechnya dan Laut Kaspia.

Wilayah tersebut telah menjadi provinsi paling keras di Kaukasus Utara. Para pemberontak mengatakan mereka berupaya mendirikan negara Islam di Selatan Rusia.

Bom di Dagestan diledakkan setelah seorang polisi menghentikan mobil untuk memeriksa dokumen pengendaranya. Lokasi peledakan berada sekitar 100 meter dari Kepolisian Daerah di Makhachkala Pusat.

Sumber dari kepolisian mengatakan pada media lokal bahwa satu-satunya korban jiwa dalam tagedi tersebut adalah si pelaku bom bunuh diri. Pelaku diidentifikasi sebagai mantan istri 2 militan.

Di Dagestan, adalah hal yang lazim bagi seorang wanita untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Sebagian besar dari mereka adalah janda para militan.

Dua orang polisi terluka dan dalam kondisi kritis akibat ledakan. Sementara itu, sembilan lainnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Telah terjadi kerusuhan di wilayah Daggestan dalam beberapa pekan terakhir. Kerusuhan yang terakhir terjadi hanya beberapa hari setelah 2 mobil meledak di Makhachkala pada Senin (20/5/2013) dan menewaskan 4 orang, serta melukai belasan lainnya.

Menurut situs Caucasian Knot, setidaknya 405 orang terbunuh di Dagestan dalam aksi kekerasan yang berhubungan dengan pemberontakan pada tahun lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menawarkan bantuan militer untku memastikan kaum pemberontah tidak melakukan penyerangan pada saat Winter Olympics 2014 diselenggarakan pada Februari mendatang. (dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia terorisme bom bunuh diri

Sumber : Reuters

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top