Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Kali Operasi Jantung, Pria 80 Tahun Jinakan Everest

BISNIS.COM, KATHMANDU - Seorang pria Jepang berumur 80 tahun dan dikenal sebagai pendaki gunung serta pernah empat kali menjalani operasi bedah jantung, berhasil mencapai puncak tertinggi Everest, Kamis dan menjadi lansia pertama yang menaklukkan puncak
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 23 Mei 2013  |  14:54 WIB

BISNIS.COM, KATHMANDU - Seorang pria Jepang berumur 80 tahun dan dikenal sebagai pendaki gunung serta pernah empat kali menjalani operasi bedah jantung, berhasil mencapai puncak tertinggi Everest, Kamis dan menjadi lansia pertama yang menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia itu.

Yuichi Miura (foto) yang mengambil jalur pendakian standar di tenggara yang dirintis oleh pelopor pendakian Puncak Everest, Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay 60 tahun yang lalu, mencapai puncak gunung pada ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut pada pukul 09.00 waktu setempat.

Dalam pendakian ini Miura ditemani oleh tiga warga Jepang lainnya termasuk putranya serta enam orang sherpa berkebangsaan Nepal.

"Rasanya hebat," kata Miura kepada anggota keluarga dan pendukungnya yang berkumpul di Tokyo, melalui telepon satelit dari puncak tersebut.

Miura yang pertamakali mendaki Everest pada tahun 2003 dan mengulanginya lagi lima tahun kemudian, mengambil rekor lansia pendaki Everest dari orang Nepal bernama Min Bahadur Sherchan yang mencapai puncak itu pada usia 76 pada tahun 2008 silam.

"Rekornya tidak penting buat saya," kata Miura kepada Reuters --yang dikutip Antara--  April lalu sebelum berangkat menuju Everest.

"Yang terpenting adalah bisa mencapai puncak." Miura menginap di ketinggian 8.500 meter padadi dataran tempat yang dijuluki "Zona Kematian" sebelum melakukan langkah pendakian terakhir, bukan pada pemberhentian di ketinggian 8.000 meter yang biasa digunakan oleh kebanyakan pendaki untuk beristirahat sebelum menuju puncak, kata petugas di Kementerian Pariwisata Nepal, Gyanendra Shrestha.

Pendakiannya mendapat pehatian besar di Jepang, dengan menyiarkan laporan petualangannya melalui telepon satelit setiap hari berikut foto-foto pendakian, termasuk suatu malam ketika Miura dan rekan-rekan sependakian menjadi mabuk oleh teh hijau Jepang dan makan sushi gulung di tenda mereka pada ketinggian di tepi gunung.

Dikenal sebagai seorang petualang, Miura pernah meluncur turun gunung dari Col Selatan di pegunungan Himalaya itu pada tahun 1970, aksi yang menjadi bahan film dokumentasi.

Sejak itu ia meluncur turun dari beberapa gunung tertinggi pada semua benua, mengikuti jejak ayahnya Keizo yang meluncur dengan papan ski dari Mount Blanc di Eropa pada usia 90 tahun.

Ia berlatih untuk mendaki Everest ini dengan mendaki di jalanan Tokyo mengenakan pemberat juga berjalan di "treadmill" di dalam kamar khusus yang diatur dengan kandungan oksigen rendah (menyerupai udara pada ketinggian) di rumahnya.

Hampir 4.000 pendaki sudah mencapai Puncak Everest sejak pendakian pertama pada 1953 dan sebanyak 240 pendaki yang gugur di lereng pendakian tersebut.

Miura bukan pemegang rekor pertama dalam musim pendakian Everest kali ini.

Raha Moharrak menjadi perempuan Arab Saudi pertama yang menaklukkan puncak tersebut dan Sudarshan Gautam, warga Kanada kelahiran Nepal yang kehilangan kedua tangan dalam kecelakaan, memecahkan rekor sebagai orang teramputasi ganda (kedua tangan) pertama yang mencapai puncak.

Miura kemungkinan bakal menggenggam rekornya hanya sesaat karena Min Bahadur Sherchan yang kini berusia 81, juga berencana mendaki lagi Everest akhir pekan mendatang. (foto/japantimes.co.jp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang everest

Sumber : Reuters

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top