E-KTP GRESIK: Masih Ada 73.091 Belum Terdata

BISNIS.COM,SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Gresik segera melakukan pendataan/perekaman terhadap penghuni pondok pesantren dan rumah kos guna menuntaskan program kartu tanda penduduk elektronik/e-KTP.
Bambang Supriyanto | 30 April 2013 14:25 WIB

BISNIS.COM,SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Gresik segera melakukan pendataan/perekaman terhadap penghuni pondok pesantren dan rumah kos guna menuntaskan program kartu tanda penduduk elektronik/e-KTP.

Masih terdapat 73.091 warga wajib KTP di wilayah tersebut belum terdata.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menyebutkan pelaksanaan program e-KTP di kabupaten tersebut hingga akhir April tahun ini telah menjangkau 761.393 warga dari yang ditargetkan sebanyak 854.483 wajib KTP.

“Masih ada 73.091 warga wajib KTP belum terdata/terekam, karena sebanyak 14.666 jiwa telah meninggal dunia dan 3.404 jiwa mengalami keterbatasan fisik dan mental serta 20.971 jiwa telah melakukan perekaman di tempat lain,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Selasa (30/4/2013).

Kunjungan Irman ke Gresik selain melakukan rapat dengan jajaran instansi dan camat se-Kabupaten Gresik, juga membawa 10.000 keping e-KTP warga setempat yang telah rampung.

Dia meminta kepada Pemkab Gresik agar melakukan perekaman terhadap semua warga yang tinggal di wilayah kabupaten tersebut.

“Semua warga yang belum terdata harus didata, meskipun bukan penduduk Gresik. Pokoknya semua yang berada di Gresik bisa didata kendati hanya tinggal sehari,” papar Irman.

Menurut Irman, sistem dalam program e-KTP tidak memungkinkan masuknya data ganda, karena warga yang telah direkam tidak bisa masuk database.

Jumlah data ganda yang terdata melalui nomor induk kependudukan (NIK) di seluruh Indonesia melalui perekaman e-KTP sejauh ini sebanyak 7 juta jiwa.

 

Sumber : Adam A. Chevny

Tag : ktp, jatim, e-ktp, gresik
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top