Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOM BOSTON: Pengirim Surat Beracun ke Obama Aktor Panggung Peniru Elvis

BISNIS.COM, WASHINGTON--Pria asal Mississippi yang pada Kamis didakwa mengirim surat - dalam pemeriksaan diketahui mengandung racun ricin - kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sehari-hari bekerja sebagai "Elvis palsu" di panggung hiburan.Paul
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 19 April 2013  |  10:05 WIB
BOM BOSTON: Pengirim Surat Beracun ke Obama Aktor Panggung Peniru Elvis
Bagikan

BISNIS.COM, WASHINGTON--Pria asal Mississippi yang pada Kamis didakwa mengirim surat - dalam pemeriksaan diketahui mengandung racun ricin - kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sehari-hari bekerja sebagai "Elvis palsu" di panggung hiburan.

Paul Kevin Curtis(45) diyakini telah mengirim tiga pucuk surat, seluruhnya dalam bentuk huruf yang sama, diketik pada kertas berwarna kuning, untuk Presiden Obama, senator Roger Wicker dari Mississippi dan Hakim Agung Sadie Holland dari wilayah Lee, Mississippi.

Biro Penyelidik Federal (FBI) membenarkan kandungan "ricin" dalam surat bagi Obama dan Wicker, tetapi "tidak mengetahui akan penyakit yang bisa muncul akibat surat-surat itu".

Gugatan kriminal diajukan ke pengadilan di Mississippi terhadap "Elvis Palsu" ini karena mengancam keselamatan Obama dan juga bisa mengancam orang-orang lain melalui jasa layanan pos.

Apabila dakwaan terbukti, Curtis yang berasal dari Corinth di Mississippi itu akan bisa dikenai hukuman sampai maksimal penjara 15 tahun dan denda 500 ribu dolar serta tiga tahun pengawasan setelah bebas.

Curtis yang diborgol dan dirantai kakinya, tampil di Pengadilan Oxford, Mississippi dan oleh media setempat dilaporkan tidak memberi komentar kecuali menjawab "Ya Bu" saat hakim bertanya apakah ia mengetahui apa yang terjadi.

Pengacaranya di luar sidang mengatakan kepada wartawan bahwa Curtis tidak bersalah.

Harian Oxford Eagle mengatakan pemerintah meminta agar Curtis ditahan tanpa jaminan karena yakin ia "membahayakan masyarakat".

Curtis selama bertahun-tahun menjalani perawatan gangguan mental, berhenti menjalani perawatan atas kelainan "bipolar" menurut pernyataan keluarga yang disampaikan oleh pengacaranya.

Surat beracun itu makin membuat takut Washington karena terjadi dalam pekan yang sama dengan ledakan di Boston Maraton yang menewaskan tiga orang dan mencederai 176 orang lainnya, tetapi FBI mengatakan tidak ada tanda-tanda hubungan dalam dua peristiwa tersebut.

Pada September 2010, Curtis menulis di blog bahwa ia sedang menulis sebuah novel tentang penjualan gelap organ tubuh dengan judul "Missing pieces".

Surat yang ditujukan pada Senator Wicker tiba di fasilitas surat senat di Landover, Maryland tanpa alamat pengirim, diterima Selasa lalu.

Senator Wicker mengatakan kepada wartawan bahwa ia pernah menyewa Curtis sebagai "Elvis palsu" untuk menghibur pesta.

"Ya saya memang pernah bertemu dengan pria ini," harian Capitol Hill mengutip pernyataan Wicker.

"Ia adalah seorang peniru Elvis, ia menghibur dalam pesta sebagai sumbangan saya dan istri bagi pasangan muda yang menikah. Sangat menghibur." Dalam surat resmi FBI dan Dinas Rahasia, disebutkan hasil uji lapangan atas benda mencurigakan pada surat bagi Wicker menampakkan hasil campuran, namun penelitian lebih lanjut dilakukan di laboratorium untuk memastikan dan menunjukkan bahan reaktif tinggi bagi ricin.

Ricin adalah racun yang mematikan yang secara alami ditemukan pada jenis biji jarak tetapi memerlukan tindakan sengaja untuk mengubahnya menjadi senjata biologi yang mematikan. Ricin dapat menyebabkan kematian dalam waktu 36-72 jam sejak terpapar dalam jumlah sekecil kepala peniti.

Polisi di Boonville, Mississippi mengatakan bahwa Curtis telah diperiksa berulang kali untuk beberapa kasus, antara lain pada 2007 saat mantan istrinya mengatakan bahwa Curtis "pengkhayal berat" juga anti-pemerintah dan selalu merasa bahwa pemerintah memata-matai dirinya. (mugshots.com/Antara/Reuters)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

barack obama presiden as bom boston

Sumber : Newswire

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top