Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK DUNIA: Pendapatan 1,2 Miliar Orang Kurang Dari US$1,25/Hari

BISNIS.COM, JAKARTA--Berdasarkan data estimasi Bank Dunia terkait kemiskinan ekstrim, terdapat 1,2 miliar orang yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari US$1,25 per hari pada 2010.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 19 April 2013  |  13:07 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Berdasarkan data estimasi Bank Dunia terkait kemiskinan ekstrim, terdapat 1,2 miliar orang yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari US$1,25 per hari pada 2010.

Itu terpapar dalam laporan Bank Dunia, yang merilis Indikator Pembangunan Dunia (World Development Indicators/WDI) 2013 yang mencakup data termutakhir mengenai pembangunan global seperti kemiskinan, kualitas kehidupan warga, dan lingkungan.

"WDI adalah sumber data paling penting dalam memahami kemajuan pembangunan," kata Wakil Presiden Senior Bank Dunia Kaushik Basu dalam siaran pers Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Berdasarkan data estimasi Bank Dunia terkait kemiskinan ekstrim, terdapat sebanyak 1,2 miliar orang yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari US$1,25 per hari pada 2010.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 100 juta dibanding jumlah pada 2008. Sementara tingkat kemiskinan ekstrim global menunjukkan penurunan sebesar 20,6%, kurang dari separuh tingkat pada 1990 yang mencapai 43,1%.

Karenanya, menurut Bank Dunia, dunia secara keseluruhan sebenarnya telah mencapai tujuan pertama Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs).

Namun, lembaga keuangan multilateral itu juga menyatakan bahwa terdapat sejumlah negara yang tingkat kemajuannya lebih lama dan dapat tidak memenuhu target MDGs.

Menurut Bank Dunia, WDI edisi 2013 kali ini menunjukkan perbaikan yang substansial dibanding edisi sebelumnya dengan menyorot tren yang diperluas terkait indikator kunci, termasuk aspek yang digunakan untuk mengawasi kemajuan pencapaian MDGs.

WDI 2013 mencakup data antara lain bahwa kesertaan anak didik perempuan di negara-negara berkembang menunjukkan peningkatan dari 86%  pada 1990 menjadi 97% pada 2011.

Selain itu, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, tingkat kematian balita merosot dari 95 per 1.000 kelahiran hidup pada 1990 menjadi 56 per 1.000 kelahiran hidup pada 2011.(Antara/msb)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

world bank world development indicators

Sumber : Martin Sihombing

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top