Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BOM BOSTON: Raja Arab Saudi Kutuk Pelaku Pemboman

BISNIS.COM, DUBAI-Raja Arab Saudi Abdullah Selasa mengutuk pemboman kembar di Boston, Amerika Serikat, yang menewaskan sedikitnya tiga orang sebagai tindakan "teroris yang memalukan".
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 17 April 2013  |  08:25 WIB
BOM BOSTON: Raja Arab Saudi Kutuk Pelaku Pemboman
Bagikan

BISNIS.COM, DUBAI-Raja Arab Saudi Abdullah Selasa mengutuk pemboman kembar di Boston, Amerika Serikat, yang menewaskan sedikitnya tiga orang sebagai tindakan "teroris yang memalukan".

 

Raja Abdullah juga menegaskan tidak ada agama yang membenarkan serangan seperti itu terhadap warga sipil.

Presiden AS Barack Obama menyatakan pemboman Senin yang menargetkan Marathon Boston sebagai satu "tindakan teror" dan para peneliti mengatakan tidak ada bahan peledak tambahan yang telah ditemukan selain dua yang meledak di dekat garis finish. Link video: http://youtu.be/iLZAjV6HM4U

"Kami sedih dengan berita yang kami terima tentang ledakan di Boston dan kematian serta luka-luka yang mereka sebabkan," kata Kantor Berita Negara SPA mengutip Raja Abdullah dalam satu pesan belasungkawa yang dikirim kepada Presiden Obama.

"Kami mengutuk tindakan memalukan ini, aksi teroris yang biasa menargetkan orang-orang tak bersenjata dan tidak bersalah, kita menegaskan bahwa beberapa kejahatan ... di balik tindakan ini mencerminkan tak seorangpun dari mereka beragama, beretika atau nilai-nilai yang menerima ini," tambahnya.

Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia dan tempat kelahiran Islam, adalah sekutu regional AS dalam menghadapi gelombang serangan Al-Qaida, serangan terhadap fasilitas pemerintah dan perumahan bagi pekerja asing, yang menewaskan puluhan orang antara tahun 2003-2006.

Sebagian besar penyerang yang melakukan serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat adalah warga negara Saudi.

Satu penyelidikan awal terhadap bom kembar Boston Senin dan satu penyelidikan apartemen berakhir dengan para sumber penegak hukum mengatakan bahwa seorang mahasiswa Arab Saudi yang terluka dalam ledakan kemungkinan besar akan dibersihkan dari kecurigaan.

"Tidak ada yang telah ditangkap," kata Komisaris Polisi Boston Ed Davis kepada wartawan pada Selasa pagi.

Kemudian pada malamnya di Washington, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano mengatakan tidak ada indikasi bahwa ledakan bom itu adalah bagian dari persekongkolan yang lebih luas.(antara/reuters)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi bom boston

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top