Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

EKONOMI EROPA: Kinerja Manufaktur Terus Memburuk

BISNIS.COM,BRUSSELS--Manufaktur zona Eropa pada Maret belum menunjukan tanda-tanda pemulihan, sebaliknya malah terus menunjukan kontraksi yang lebih dalam menyusul resesi ekonomi yang terjadi.Indeks manufaktur yang dirilis Markit Economics, berbasis
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 02 April 2013  |  20:06 WIB
EKONOMI EROPA: Kinerja Manufaktur Terus Memburuk
Bagikan

BISNIS.COM,BRUSSELS--Manufaktur zona Eropa pada Maret belum menunjukan tanda-tanda pemulihan, sebaliknya malah terus menunjukan kontraksi yang lebih dalam menyusul resesi ekonomi yang terjadi.

Indeks manufaktur yang dirilis Markit Economics, berbasis di London, menunjukan manufaktur dari 17 negara Euro turun dari 47,9 pada Februari menjadi 46,8 pada Maret. Sebelumnya, indeks manufaktur Eropa ditaksir jatuh pada 46,6.

Dalam indeks tersebut, angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi dan kawasan euro tercatat terus berada di bawah level tersebut selama 20 bulan terakhir.

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (2/4/2013), ekonomi zona euro telah terkontraksi selama lima kuartal berturut-turut. Tren ini diperkirakan akan terus terjadi dalam tiga bulan pertama tahun ini sebelum kembali ke pertumbuhan pada kuartal kedua.

Bank Sentral Eropa memangkas proyeksi ekonominya pada bulan lalu, menjadi minus 0,5% pada 2013. Risiko ekonomi masih tinggi, namun diramalkan pemulihan akan terjadi pada akhir tahun ini.(Foto:sofiaecho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur eropa london zonaeropa

Sumber : Newswire/Christine Franciska

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top