Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KERJASAMA NUKLIR: Bangun PLTN, RI Ditawarkan Gandeng Rosatom

BISNIS.COM, JAKARTA--Rusia tengah mempromosikan kerjasama dalam pengembangan teknologi nuklir untuk damai di Indonesia.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  19:00 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Rusia tengah mempromosikan kerjasama dalam pengembangan teknologi nuklir untuk damai di Indonesia.

Y.N. Busurin, Kepala Departemen Infrastuktur Nuklir Rusia, mengatakan kegiatan rusia di bidang nuklir sudah berpengalaman selama lebih dari 65 tahun. Kegiatan nuklir Rusia berada di bawah naungan lembaga yang bernama Rosatom, yang merupakan pemain utama di pasar nuklir dunia ini sudah berada di lebih 40 negara dari 5 benua.

“Kami tengah menawarkan Indonesia dan saling berdiskusi dalam mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai dalam jangka panjang. Bentuk kerjasama, proyek dan besarnya investasi tergantung permintaan pemerintah Indonesia nantinya,” ujarnya kepada Bisnis seusai acara Experience Russia in peaceful use of nuclear energy, Rabu (13/03/2003).

Menurutnya, Rosatom memiliki penyajian terpadu dan solusi lengkap dalam kerjasama teknologi basis nuklir yang paling aman. Rosatom menduduki posisi pertama dalam pengayaan uranium dan dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“Kami siap menolong rekan di negara lain dalam bidang ilmu pengetahuan. Kami punya bahan bakar dan program-program anti teror dan proteksi anti militer,” jelasnya.

Menurutnya, Rusia memiliki potensi teknologi nuklir yang baik mulai dari univesritas hingga para ilmuwannya. Populasi Rusia yang berjumlah sekitar 140 juta jiwa, lanjutnya, memiliki sebanyak 250.000 ahli nuklir, dan sebanyak 2 juta orang yang memiliki kaitan dengan permasalahan hal-hal nuklir rusia.

Teknologi nuklir Rosatom yang diimbangi dengan VVER Gen 3+ safety systems, kata Busurin, merupakan  teknolgoi paling canggih dari segi kemanaan, teknis, maupun perekenonomian. Teknologi tersebut dapat menahan dari adanya bencana ataupun kecelakan.

“Contohnya di Armenia semua kota rusak akibat gempa bumi 6 skala richter, tapi stasiunnya tetap tahan. Rosatom juga dapat menjaga dari kecelakaan pesawat seperti boeing 777 waktu lalu,” ujarnya.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Wisnusubroto menyambut bagus tawaran kerjasama dari Rosatom, karena Rosatom juga memiliki pengalaman yang besar dengan negara seperti Turki, Vietnam, dan Bangladesh.

Kendati demikian, BATAN belum memutuskan untuk bekerjasama dengan Rosatom. Hingga saat ini kedua pihak masih dalam tahap penjajakan.

 ““Hari ini baru memproses draft untuk kerjasama nuklir di MoU. Masih jauh untuk bekerjasama, yang promosi bukan hanya Rusia, tetapi juga Korea , Jepang, AS, jadi terlalu dini untuk memilih Rusia atapun negara lain,” jelasnya.

Batan, kata Djarot, ingin menarik keuntungan positif dari kerjasama nuklir damai dari pengalaman rusia dengan negara lain. Rosatom telah menawarkan Turki dengan BOO (Build-own-operate). Artinya Turki tidak mengeluarkan biaya apapun dan semua biaya ditanggung oleh Rusia. Akan tetapi, Rusia menarik uang dari harga listrik.

Teknologi nuklir, kata Djarot,  juga sudah dinyatakan pada rencana jangka panjang menengah (RJPM) pada Peraturan Presiden (Perpres) No.5 Tahun 2006. “Semua ini keputusan politis tergantung dukungan masyarakat,”

Djarot menyatakan berdasarkan jajak pendapat terhadap publik yang dilakukan pada 2012 lalu, sebanyak 59,2% masyarakat mendukung pemerintah menggunakan tekonologi nuklir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir rusia nuklir damai batan kerjasama nuklir indonesia
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top