Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN PKS DITANGKAP: Kasus Dikembangkan, KPK Bidik Seorang Pengusaha

JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan penyelidikan atas kasus dugaan suap impor daging sapi yang melibatkan Presiden PKS akan diperluas, dengan menyelidiki pihak lain yang diduga terlibat didalamnya.Salah satunya, KPK  mangincar KPK salah
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  13:23 WIB

JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan penyelidikan atas kasus dugaan suap impor daging sapi yang melibatkan Presiden PKS akan diperluas, dengan menyelidiki pihak lain yang diduga terlibat didalamnya.

Salah satunya, KPK  mangincar KPK salah seorang pengusaha swasta yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Kepada pengusaha tersebut,  tengah diupayakan pencegahan larangan keluar negeri.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjayanto mengatakan pengusaha tersebut, saat ini masih dalam tahap identifikasi untuk segera dimintai keterangan secepatnya.

Namun demikian, dia belum mau menyebutkan secara rinci siapa nama pengusaha yang diduga terlibat didalam kasus itu sendiri.

"Selain LHI, kita juga akan menyelidiki pengusaha ini. Tentu kaitannya dengan kasus impor sapi ini. Tapi bukan bagian dari PT IG yang sedang dalam pemeriksaan. Untuk lebih jelasnya, saya harus tanyakan pada penyidiknya," ujar Bambang di Jakarta Kamis (31/01).

Bambang juga meminta agar KPK diberi keleluasaan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, agar kasus suap itu bisa dituntaskan secepatnya.

Dia menjelaskan rencana pemeriksaan terhadap pengusaha itu, merupakan hasil pemeriksaan terhadap enam orang yang tertangkap tangan oleh KPK Selasa malam kemarin.

Enam orang itu yakni dua diantaranya adalah satpam, dan supir yang diduga terlibat dalam proses penyerahan suap tersebut. Sementara empat lainnya adalah AF, JE, AAE, dan M.  (if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top