Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GUGATAN BISNIS: Johnson & Johnson Dinilai Gagal Uji Keamanan Implan Pinggul

LOS ANGELES-Johnson & Johnson dinilai gagal uji keamanan sendiri dalam merancang suat implan pinggul berbahan logam dan kemudian malah mengubah protokol, bukannya memperbaiki kekurangan tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  18:58 WIB

LOS ANGELES-Johnson & Johnson dinilai gagal uji keamanan sendiri dalam merancang suat implan pinggul berbahan logam dan kemudian malah mengubah protokol, bukannya memperbaiki kekurangan tersebut.

George Samaras, seorang konsultan, bersaksi untuk Loren Kransky, yang menggugat J&J atas cacat desain dan kegagalan untuk membuat peringatan dalam produk ASR XL untuk pinggul yang telah diganti tahun lalu.

J&J menarik kembali 93.000 produk ASR pinggul pada 2010 setelah mengatakan 12% produk mengalami kegagalan dalam 5 tahun.

Saksi lain mengatakan data Australia tahun lalu menunjukkan kegagalan alat pinggul itu mencapai 44% setelah 7 tahun. Para analis mengatakan tuntutan hukum ini bisa menelan biaya miliaran dolar bagi J&J.

Samaras mengatakan kepada juri di pengadilan negara di Los Angeles bahwa unit J&J, DePuy, gagal membuat standar keselamatan pada bagian ASR yang berguna sebagai pemutar bola logam.

Dia mengutip dokumen internal yang menunjukkan ASR menghasilkan 16 kali lebih banyak sampah kobalt dan kromium dalam tubuh dibandingkan produk lain yang dibuat oleh DePuy.

Samaras mengatakan bahwa sekalipun dalam standar peninjauan DePuy telah dikatakan ASR dipastikan telah gagal, namun perusahaan mengatakan untuk terus melanjutkannya.(m.taufikul basari/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top