Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERETAS Lumpuhkan Jejaring Departemen Kehakiman AS

WASHINGTON: Peretas pada Sabtu (26/1), melumpuhkan jejaring Departemen Kehakiman AS dalam apa yang diduga sebagai pembalasan terhadap kematian seorang pegiat Internet.Jejaring Sentencing Commission Amerika Serikat, lembaga yang bertanggung jawab bagi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  07:56 WIB

WASHINGTON: Peretas pada Sabtu (26/1), melumpuhkan jejaring Departemen Kehakiman AS dalam apa yang diduga sebagai pembalasan terhadap kematian seorang pegiat Internet.

Jejaring Sentencing Commission Amerika Serikat, lembaga yang bertanggung jawab bagi panduan penjatuhan hukuman federal, dilumpuhkan.

Para peretas juga mengirim pesan yang menuntut Amerika Serikat memperbarui sistem kehakimannya atau mereka akan membocorkan informasi sensitif yang diperoleh dalam serangan tersebut.

Menurut sejumlah berita, kelompok peretas yang memiliki reputasi negatif "Anonymous" dicurigai berada di belakang serangan itu.

Beberapa laporan mengutip surat dari kelompok itu bahwa mereka meretas jejaring tersebut untuk membalas dendam atas kematian Aaron Swatz, pegiat Internet yang bunuh diri pada bulan ini.

Beberapa laporan menunjukkan jaksa penuntut umum federal secara agresif telah memburu Swartz karena ia diduga mengunduh jutaan artikel akademis dengan tujuan untuk membagikannya secara gratis, sebelum ia bunuh diri pada 11 Januari.

Ia menghadapi tuduhan melakukan kejahatan terhadap komputer federal dan dapat menghadapi hukuman sampai 35 tahun penjara jika terbukti bersalah. (Antara/Xinhua-OANA/bas)(Foto:yahoo.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top