Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Rombongan komisaris BUMN bantu 400 korban banjir

JAKARTA--Paguyuban Komisaris dan Pengawas BUMN atau PKPB pada hari ini memberikan paket bantuan sosial kepada sekitar 400 masyarakat korban banjir di  Masjid Jami Kramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.Rombongan berangkat dari kantor pusat
- Bisnis.com 23 Januari 2013  |  13:57 WIB

JAKARTA--Paguyuban Komisaris dan Pengawas BUMN atau PKPB pada hari ini memberikan paket bantuan sosial kepada sekitar 400 masyarakat korban banjir di  Masjid Jami Kramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rombongan berangkat dari kantor pusat PT Angkasa Pura I (AP I) di Kemayoran pada hari ini, Rabu (23/1) pukul 10.00 WIB menuju Penjaringan dengan bus, mobil pick up pembawa sembako, dan dua mobil pengiring.

Namun rombongan bakti sosial tak bisa masuk ke lokasi dengan bus karena terhalang truk yang terparkir. Akhirnya rombongan menyewa jasa ojek ke lokasi.

Turut hadir dalam rombongan itu Ketua Umum  Paguyuban Komisaris dan Pengawas BUMN sekaligus Komisaris Utama Angkasa Pura I Suratto Siswodihardjo, salah satu komisaris AP I Tundjung Inderawan, dan Dirut PT Angkasa Pura Hotels Widodo Marmer.

Bantuan sosial itu diberikan dalam bentuk pakaian layak pakai sebanyak 14 dus, sembako 1 mobil pick up, air mineral 75 dus,
mie instan 30 dus, obat obatran 1 dus, pembalut 1 dus, popok bayi 1 dus, dan selimut 320 lembar.

Sumbangan tersebut dikumpulkan dari dewan komisaris AP I, direksi AP I, direksi PT Angkasa Pura Support, direksi PT Angkasa Pura Logistik, direksi Angkasa Pura Hotel, direksi PT Angkasa Pura Property, dan karyawan AP I.

Suratto Siswodihardjo mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat sekitar. "Kenapa di lokasi ini, kami kemarin survey, di aula ternyata hanya ada dua kardus mie instan, padahal di sini ada sekitar 400 korban banji," katanya.

Salah satu pengurus Masjid Luar Batang, Iwan Guntoro, mengatakan di wilayah tersebut terdapat tiga rukun warga atau RW yakni RW 1, 2, dan 3. Namun sebagian masyarakat korban banjir masih bertahan di rumah masing--masing, sedangkan sisanya memilih menginap di aula masjid itu.

"Alhamdulillah dah surut, kebeneran di masjid ini adanya di RW 3 jadi agak tinggi, warga yang ada di aula sejak 5 hari terakhi ini sekitar 200-an," katanya.

Dia mengatakan warga di wilayah tersebut cenderung disiplin dalam menerima sembako karena di wilayah lain bahkan ada yang menjarah bantuan sembako di jalan.

Namun saat para pengungsi banjir yang berada di aula masjid itu diminta berkumpul di halaman masjid nampak mereka berebutan keluar karena khawatir tak mendapat bantuan padahal penyerahan itu hanya simbolik kepada pengurus masjid untuk dibagikan nanti secara merata.

Arifin, pengemudi becak yang juga menjadi pengungsi, mengatakan bantuan yang paling diharapkan memang sembako karena jika bantuan dalam bentuk makanan jadi akan susah. "Kami terima kasih, kemarin sudah ada Mentri Sosial yang datang tapi saat itu banjirnya masih tinggi, sepinggang, kalau sekarang dah surut."

Dari pantauan, nampak air sudah mulai surut meskipun masih tergenang sekitar 15 cm. Namun air yang menggenangi wilayah itu bukan berlumpur tetapi bercampur sampah dan kotoran sehingga menimbulkan bau. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top