Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CUTI HAMIL: PAN Usulkan Berdurasi 9 Bulan

JAKARTA—Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan agar perusahaan maupun instansi pemerintah memberlakukan cuti hamil, melahirkan dan menyusui selama sembilan bulan agar menghasilkan generasi muda yang berkualitas.
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  20:18 WIB

JAKARTA—Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan agar perusahaan maupun instansi pemerintah memberlakukan cuti hamil, melahirkan dan menyusui selama sembilan bulan agar menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

"Fraksi PAN berinisiatif mendorong cuti hamil, melahirkan dan menyusui selama sembilan bulan," kata Ketua Fraksi PAN di DPR, Tjatur Sapto Edy pada diskusi soal perlindungan terhadap ibu dan anak yang dislenggarakan fraksi tersebut hari ini, Selasa (22/1/2013).

Diskusi yang itu menghadirkan pembicara anggota komisi VIII F-PAN, Ahmad Rubaie, pengusaha nasional Fahira Idris, dan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Latifah Iskandar

Menurut Tjatur, dasar hukum usulan cuti hamil sembilan bulan karena perempuan hamil telah memungkinkan melahirkan ketika usia kehamilan mencapai enam bukan.

Artinya, bayi bisa lahir prematur tiga bulan sebelum waktu persalinan normal sembilan bulan. Dalam konteks itu Fraksi PAN mendapatkan inspirasi dari ajaran agama Islam yang menganjurkan seorang ibu hendaknya memberikan ASI kepada anaknya selama dua tahun.

Anggota Komisi VIII DPR dari F-PAN Ahmad Rubaie menyayangkan bahwa hak cuti hamil dan menyusui belum dimaknai sebagai sesuatu untuk kebaikan.

"Di Indonesia, cuti masih dipersepsikan untuk istirahat. Padahal harusnya cuti itu masa persiapan untuk menyiapkan hal-hal yang terbaik bagi kelahiran bayinya," kata Rubaei.

Dia menambahkan dengan  pemahaman cuti adalah istirahat maka waktu cuti cukup hanya tiga bulan. Namun jika cuti dimaknai untuk mempersiapkan anak-anak yang berkualitas maka cuti perlu dua tahun sebagaiman diberlakukan di sejumlah negara lain, ujarnya.

"Saya melihat para penyelenggara negara belum memahami benar filosofis cuti yang untuk mempersiapkan generasi unggul. Kita harus mempersiapkan generasi unggul," lanjut Rubaie. (sut)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top