Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Perumahan di Bogor & Bekasi Juga Terendam

BOJONG KULUR: Ribuan rumah di komplek Vila Nusa Indah (VNI) dan Pondok Gede Permai (PGP) terendam banjir menyusul jebolnya tanggul di kali Cikeas.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2013  |  12:15 WIB

BOJONG KULUR: Ribuan rumah di komplek Vila Nusa Indah (VNI) dan Pondok Gede Permai (PGP) terendam banjir menyusul jebolnya tanggul di kali Cikeas.



Pandangan mata langsung Bisnis di kedua perumahan yang masuk kawasan, Bojong Kulur, Gunung Puteri, Bogor dan Jati Asih, Bekasi itu, menunjukkan kedalaman air antara 1 hingga 4 meter. Rata-rata di VNI air berkisar 1 hingga 1,5 meter, sedangkan di PGP antara 2 meter hingga 4 meter.


Air mulai naik saat tanggul sepanjang 20 meter dengan ketinggian 1,5 meter di Blok Y VNI jebol. Jebolnya tanggul tersebut setelah air kiriman dari Bogor sampai pada pagi ini.


Sebelumnya diberitakan pada malam hari bendung Katulampa dibuka menyusul debit air di bendungan tersebut meluap lantaran hujan deras di kawasan Bogor dan sekitarnya.


Akibatnya, sebagian warga yang rumahnya terendam mengungsi diketinggian terdekat, sebagian ada yang mengungsi di atap rumah.
 

Sekelompok anggota partai segera memberi bala bantuan dengan perahu karet. Mereka membawa nasi bungkus dan obat-obatan dan menawarkan jasa evakuasi bagi keluarga korban banjir. Bahkan mereka mendirikan posko penanggulangan bencana banjir.
 

Puluhan mobil dan motor terendam akibat pemilik tidak sempat mengamankan mobil. Namun sebagian besar berhasil diselamatkan di tempat yang lebih tinggi.


Akses jalan di sekitar Bojong Kulur hingga Jati Asih praktis terputus, jalan berubah fungsi jadi jalur perahu karet.



Banjir di kawasan VNI dan PGP pernah terjadi pada akhir Januari 2007. Namun banjir saat itu hanya berlangsung 3 jam, seperti air numpang lewat. Segera setelah air surut, lumpur tertinggal dengan ketebalan 10 hingga 30 cm.


Nampaknya banjir kali ini adalah yang terparah sepanjang sejarah. Karena selain lebih dalam, cakupan wilayah yang terkena banjir lebih luas. Pada 2007 hanya 10% rumah yang terendam banjir, kali ini diperkirkan mencapai 50%.

Di PGP yang menjadi langganan banjir siklus 5 tahunan terendam hampir 95%. Ketinggian air hingga ke atap rumah.



Aparat Pemkab Bogor dan Pemkot Bekasi ketika berita ini diturunkan belum mengulurkan bantuan apapun. Hanya warga dan anggota partai tertentu saja yang bergerak cepat memberi pertolongan seadanya.


Ketika banjir surut biasanya aparat Pemkab Bogor dan Pemkot Bekasi turun tangan. Hal itu disebabkan kemungkinan rumah aparat juga terendam banjir, sehingga koordinasi berlangsung lambat. (spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Djony Edward

Editor : Sylviana Pravita RKN

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top