Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI DAERAH: Pemprov Kaltim Minta Investor AS Segera Gelar Ekspose Pabrik Bioetanol

BALIKPAPAN--Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengundang investor asal Amerika Serikat yang berniat membangun pabrik bioetanol batubara, Celanese Corporation, untuk menggelar ekspose guna mengetahui rencana detail pengembangan hilirasasi tambang
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  13:06 WIB

BALIKPAPAN--Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengundang investor asal Amerika Serikat yang berniat membangun pabrik bioetanol batubara, Celanese Corporation, untuk menggelar ekspose guna mengetahui rencana detail pengembangan hilirasasi tambang tersebut.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan pihaknya berharap agar investasi tersebut bisa direalisasikan di wilayahnya yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri berbasis gas dan kondensat.

Menurutnya, lokasi yang sesuai untuk pengembangan pabrik tersebut bisa diarahkan di Kabupaten Kutai Timur sejalan dengan proyek pembangunan aluminum smelter.

“Kami akan undang dulu untuk mengetahui bagaimana rencananya karena proyek ini tepat untuk hilirisasi produk pertambangan,” kata Awang, Rabu (16/1/2013).

Awang memaparkan hilirisasi produk akan memberikan efek positif bagi perkembangan industri nasional karena akan meningkatkan nilai tambah bahan baku. Selain itu, hilirisasi produk juga akan menambah ketersediaan lapangan kerja sehingga akan mampu meningkatkan kesempatan kerja bagi sumber daya manusia.

Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim Yadi Sabianoor menambahkan pihaknya belum memperoleh konfirmasi dari Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM).

“Biasanya proses pengurusan izin penanaman modal asing (PMA) melalui BKPM sebagai kepanjangan tangan pemerintah,” ujarnya.

Pengurusan izin di pemerintah daerah, tambahnya, hanya berupa penetapan lokasi investasi. Izin satu wilayah dikeluarkan oleh bupati/walikota. Sementara izin antar wilayah, yang menetapkan adalah provinsi.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebutkan adanya rencana pembangunan pabrik etanol batubara oleh Celanese Corporation yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Pabrik tersebut akan mengolah batu bara kalori rendah menjadi etanol yang berfungsi sebagai campuran bahan bakar minyak.

Berdasarkan catatan Bisnis, kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun empat pabrik etanol dari pengolahan batu bara dengan nilai sekitar US$6 miliar-US$8 miliar pada 2020.

Satu pabrik diproyeksi memerlukan lebih dari 4 juta ton batu bara per tahun dengan hasil 1,1 juta ton etanol per tahun atau ekuivalen 1,3 miliar liter per tahun.

Celanese Corporation merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang teknologi dan bahan baku khusus.

Kerja sama ini nantinya untuk proyek pengembangan bahan bakar sintesis etanol dengan menggunakan teknologi mutakhir proses produksi etanol TCX milik Celanese. (K46) (Foto: spnw.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top