Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROGRAM JAMSOSTEK : 80% Perusahaan di Soloraya Tak Lapor Upah Karyawan

SOLO -- Sekitar 80% perusahaan yang menjadi peserta PT Jamsostek di wilayah Soloraya tidak melaporkan upah karyawan secara utuh.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  17:24 WIB

SOLO -- Sekitar 80% perusahaan yang menjadi peserta PT Jamsostek di wilayah Soloraya tidak melaporkan upah karyawan secara utuh.

Sebagian besar gaji karyawan yang dilaporkan itu masih di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Pimpinan Jamsostek Cabang Surakarta Arief Budiarto mengatakan praktik daftar sebagian (PDS) itu dilakukan perusahaan untuk menghindari premi yang besar. Akibatnya karyawan tidak mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah menyarankan kepada perusahaan untuk melaporkan besaran upah itu secara bertahap. Misalnya jumlah karyawannya 1.000, mereka bisa mendaftarkan 500 dulu yang gajinya sudah sesuai dengan UMK,” ujarnya, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, pelaporan besaran upah sesuai dengan gaji yang diterima itu akan sangat bermanfaat bagi karyawan. Pasalnya, besaran dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP) dialokasikan berdasarkan surplus.

Saat ini tercatat 1.800 perusahaan dan 56.000 karyawan di Soloraya sebagai peserta PT Jamsostek Surakarta. Sebagian besar peserta Jamsostek adalah perusahaan padat karya seperti tekstil dan garmen.

“Laporan besaran upah itu juga kami tembuskan ke dinas terkait. Jika ada pelanggaran dari perusahaan dinas yang mempunyai law enforcement. Mereka dapat menindak dan memberikan sanksi kepada perusahaan,” terangnya. (dba/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/Solopos/Dian Dewi Purnamasari

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top