Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INTERKONEKSI LISTRIK: Batam Perlu Tambahan Daya bila Proyek Dioperasikan

BATAM--Permintaan pasokan listrik untuk Kota Batam diprediksi akan melonjak setelah interkoneksi listrik Batam-Bintan berjalan pada 2014.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  17:49 WIB

BATAM--Permintaan pasokan listrik untuk Kota Batam diprediksi akan melonjak setelah interkoneksi listrik Batam-Bintan berjalan pada 2014.

Ahmad Hijazi, Staf ahli bidang energi Pemerintah Kota Batam, mengatakan saat proyek interkoneksi tersebut berjalan sehingga Batam dipastikan membutuhkan pasokan listrik tambahan agar kelistrikan di kota ini terpenuhi.

Pihak Pemkot berharap PT PLN Batam sudah menyiapkan langkah untuk menyediakan pasokan tambahan mengingat pasokan listrik ke Bintan sebagian didatangkan dari Batam.

"Kalau interkoneksi listrik Batam-Bintan sudah berjalan, maka dibutuhkan pasokan energi tambahan," kata dia, Rabu (16/1).

Berdasarkan data PT PLN Batam sampai Juni 2012 yang dirilis BP Batam, suplai tenaga listrik di Pulau Batam mencapai 374.164 MW dengan rincian suplai dari pembangkit listrik sendiri 97.884 MW, pembangkit sewa 254.280 MW dan pembelian listrik 22.000 MW.

Adapun perkiraan beban puncak wilayah Batam dari 33 pembangkit pada 2015 mencapai 473 MW dan selama 2012 beban puncak hanya 287 MW.

Interkoneksi Batam-Bintan adalah salah satu proyek PT PLN (Persero) bersama anak perusahaannya PT PLN Batam untuk menjamin kelistrikan di Pulau Bintan. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada 2014 mendatang sekaligus beroperasi secara komersil pada tahun yang sama.

Saat ini proses proyek ini telah memasuki tahap lelang untuk pengerjaan kabel bawah laut yang terpasang dari Telaga Punggur, Batam ke Tanjung Uban, Bintan.

Sementara Pasokan listrik tersebut berasal dari PLTU Tanjung Kasam dengan kapasitas 2×55 MW yang saat ini baru satu unit yang beroperasi tahun ini.

Terminal mini LNG

Hijazi juga menilai mengenai rencana yang dinyatakan PT PLN Persero untuk membangun Terminal Mini LNG di Batam akan dibutuhkan kota ini seiring, berjalannya interkoneksi Batam-Bintan guna menambah pasokan listrik.

Namun menurutnya rencana itu sebaiknya tidak direalisasikan dalam waktu dekat mengingat saat ini Batam justru kelebihan pasokan listrik dengan beroperasinya PLTU Tanjung Kasam dan PLTP Panaran.

"Dalam waktu dekat, Batam belum butuh LNG, kecuali saat interkoneksi berjalan," kata dia.

Sebelumnya, PT PLN Persero menyatakan berniat membangun terminal mini LNG di Batam untuk memperkuat pasokan gas di Batam. Terminal tersebut nantinya akan memiliki kapasitas 15 juta metric standart subic feet per day.

Namun menurut Hijazi sampai saat ini pihaknya belum penerima perizinan untuk pembangunan terminal LNG.

"Setahu saya belum ada. Perizinannya memang dari Dirjend ESDM, tapi lokasinya ke kami. Sampai saat ini belum ada," kata dia.(k17/k59)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Yoseph Pencawan - nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top