Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AHM optimistis kuasai 40% pangsa pasar motor sport nasional

- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  17:44 WIB
JAKARTA-PT Astra Honda Motor (AHM) optimistis mampu menguasai 40% pasar motor sport nasional pada tahun ini meskipun untuk memasarkannya berpotensi terkendala aturan uang muka pembiayaan syariah. 
 
Yusuke Hori, President Direktur AHM, mengatakan penjualan sepeda motor di Indonesia pada 2012 turun sekitar 12% menjadi 7,1 juta unit, seiring dengan penurunan harga-harga komoditas di daerah dan penerapan aturan uang muka pembiayaan konvensional. 
 
Kendati demikian untuk segmen motor sport pasarnya justru tumbuh 18% selaras dengan meningkatnya jumlah masyarakat ekonomi kelas menengah. 
Fenomena tersebut mendorong AHM untuk meningkatkan penetrasi di pasar motor sport nasional dengan meluncurkan sejumlah varian baru motor sport Honda.
 
"Setelah peluncuran motor sport CB150R Street Fire [ Desember 2012], hari ini kami meluncurkan Versa 150. Target kami tidak hanya pengguna motor sport, tapi juga pengguna motor bebek 125-135 CC," ujarnya saat konferensi pers peluncuran Honda Verza 150, Rabu (16/1). 
 
Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya mengatakan berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kontribusi segmen motor sport terhadap pasar sepeda motor nasional saat ini 14,6%. 
 
Pangsa pasar motor sport masih berpotensi meningkat menjadi 17% pada 2013, meskipun secara umum pasar sepeda motor nasional diprediksi stagnan.
 
"Market share Honda di pasar motor sport saat ini berkisar 17% dengan adanya dua produk terbaru [CB150R Street Fire dan Verza 150]. Untuk tahun ini kami optimistis pangsa pasar meningkat menjadi 35%-40% untuk kategori motor sport," tuturnya. 
 
Wakil Presiden Direktur AHM Johannes Loman menambahkan kondisi pasar sepeda motor nasional pada tahun ini akan semakin tertekan dengan diberlakukannya aturan uang muka pembiayaan syariah, terlebih belum ada tanda-tanda peningkatan harga komoditas. 
 
Akan tetapi, Johannes mengatakan daya beli masyrakat, khususnya kelas menengah, berpotensi meningkat dengan naiknya upah minimum tenaga kerja sehingga diharapkan masih terjadi transaksi pembelian sepeda motor. 
 
"Positifnya dengan UMP naik, maka kemampuan membeli masyarakat akan meningkat. Semoga saja itu tidak balapan dengan inflasi atau kenaikan harga. Lalu masyarakat kelas menengah Indonesia kan meningkat, sehingga diharapkan permintaan motor sport meningkat," tuturnya. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top