Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEPORTASI WNI: Malaysia Pulangkan 96 Calon TKI Melalui Nunukan

News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  08:04 WIB

NUNUKAN---Sebanyak 96 warga negara Indonesia (WNI) dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur.


Mereka di deportasi karena tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah sebagai tenaga kerja asing di negara jiran tersebut, kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kabupaten Nunukan, Pardamean Siahaan di Nunukan, Selasa (15/1).

Menurut Pardamean, ke-96 WNI yang dideportasi itu bekerja disejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sabah Malaysia dan tertangkap oleh aparat kepolisian dan imigrasi Sabah beberapa bulan lalu.

"Sebelum dideportasi mereka terlebih dahulu menjalani kurungan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Air Panas Tawau (Malaysia),"  paparnya.

WNI deportasi tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan sekitar pukul 19.45 Wita menggunakan KM Francis Ekspres dari Pelabuhan Tawau yang diantar oleh staf Konsulat RI di Tawau, tambah Pardamean.

Pardamean menyebutkan sesuai hasil pendataan kepada 96 WNI yang dideportasi itu diperoleh 69 laki-laki, 20 perempuan, lima orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.

"Enam orang diantaranya lahir di Malaysia masing-masing lima laki-laki dan satu orang perempuan," ujarnya.

Kemudian,  lanjut Pardamean, WNI tersebut berengkat ke Sabah Malaysia 28 orang menggunakan paspor lawatan (paspor 48 halaman), 15 orang menggunakan paspor TKI (paspor 24 halaman).

Dari 96 WNI yang dideportasi itu masing-masing berasal dari Aceh (1 orang), Jawa Timur (2 orang), Kaltim (4), NTT (5), NTB (1), Sultra (5), Sulut (2), Sulbar (7), dan berasal dari Sulawesi Selatan sebanyak 69 orang. (Antara/if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top