Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gedung MELAWAI PLAZA mulai berbenah diri

JAKARTA: Para pedagang di Pusat Perbelanjaan Strata Title Melawai Plaza di Jakarta Selatan mulai merenovasi tokonya demi menarik lebih banyak pengunjung.Vincent Claudius, anggota Persatuan Pedagang Metro Melawai atau nama lain dari Melawai Plaza, mengatakan
- Bisnis.com 11 Januari 2013  |  17:58 WIB

JAKARTA: Para pedagang di Pusat Perbelanjaan Strata Title Melawai Plaza di Jakarta Selatan mulai merenovasi tokonya demi menarik lebih banyak pengunjung.

Vincent Claudius, anggota Persatuan Pedagang Metro Melawai atau nama lain dari Melawai Plaza, mengatakan pusat perbelanjaan yang sudah beroperasi sejak 1983 itu sempat memiliki citra kuno, panas, dan tidak aman.

"Maka dari itu, untuk memperbaiki citra tersebut, banyak toko yang melakukan renovasi supaya terlihat lebih modern dan sistem pendingin udara diperbaiki sehingga tidak panas lagi. Kami juga menambah tingkat pengamanan dengan jumlah total 13 orang tiap shift-nya," ujarnya, Jumat (11/1/2013).

Pemilik toko Swan Jewellery tersebut menambahkan selama ini keunggulan Melawai Plaza dengan pusat-pusat perbelanjaan lain yang lebih modern adalah harga produk yang lebih kompetitif dengan kualitas internasional.

Menurutnya, produk-produk di pusat penjualan emas, berlian dan jam tangan itu selalu mengikuti tren yang berkiblat di Hongkong, dan harga dapat ditekan karena tarif sewa toko maupun service charge di Melawai Plaza tidak semahal tempat lain.

Saat ini, terdapat sekitar 250 toko di Melawai Plaza, dengan 80 diantaranya merupakan toko perhiasan.

Lembaga riset properti Cushman & Wakefield Indonesia mencatat dari total kumulatif ruang ritel di Jakarta hingga Desember 2012 yang sebanyak 3,8 juta m2, strata title hanya menyumbang sekitar 30% atau setara 1,13 juta m2.

Tingkat okupansi pusat belanja strata title juga hanya 67,2%, jauh di bawah sewa yang mencapai 87,4%.

Jakarta Selatan memberi kontribusi terbesar, yaitu 844.800 m2 atau 22,1% dari total pasokan, diikuti oleh Jakarta CBD sebesar 801.900 atau 21,0%.

Sementara itu, Jakarta Utara dan Barat masing-masing memberikan kontribusi sekitar 758.900 m2 dan 660.400 m2. Jakarta Pusat and Timur menyumbang sisanya, sebesar 439.800 m2, dan 317.700 m2 dari total pasokan ritel di Jakarta.  (ra) (foto:urbanesia.com)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top