Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI AUSTRALIA: Wah! Kontribusi ekonomi bisnis seks & narkoba signifikan

CANBERRA—Perekonomian yang kuat di Australia, nilai mata uang yang tinggi dan upah pekerja menjadi magnet untuk tumbuh dan berkembangnya bisnis seks, serta narkoba di negara itu.Pekerja seks asing dan penyelundup narkoba ikut menjadikan ekonomi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Desember 2012  |  10:44 WIB

CANBERRA—Perekonomian yang kuat di Australia, nilai mata uang yang tinggi dan upah pekerja menjadi magnet untuk tumbuh dan berkembangnya bisnis seks, serta narkoba di negara itu.Pekerja seks asing dan penyelundup narkoba ikut menjadikan ekonomi Australia tumbuh 3,1% di saat negara-negara maju lainnya berjuang untuk memperluas pasar.Upah rata-rata di negara itu yang sebesar US$72.500 per tahun dan nilai dolar Australia terhadap dolar Amerika Serikat selama dua tahun terakhir juga menjadi daya tarik tersendiri.Kondisi itu membuat Australia lebih menguntungkan untuk pertumbuhan bisnis pelacuran dan bagi penyelundupan narkoba, meski risiko yang harus ditanggung lebih besar.“Sindikat kejahatan terorganisir memandang daerah lepas pantai Australia memiliki ekonomi yang kuat ,” kata Paul Jevtovic, Direktur Eksekutif Komisi Kejahatan Australia untuk Intervensi dan Pencegahan seperti dikutip Reuters, Senin (31/12).Bahkan, Komisi Kejahatan Australia mengatakan heroin dan MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) atau dikenal sebagai ekstasi, terjual sekitar delapan kali lebih banyak dibandingkan dengan di Inggris dan Amerika Serikat.Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir Kepolisian Australia menemukan obat-obatan terlarang yang disembunyikan dalam mesin giling dan mesin berat sebanyak 20 ton.Satu operasi kepolisian membongkar penyelundupan terbesar dengan menggagalkan lebih dari 200 kg kokain melintasi Samudera Pasifik dari Ekuador pada 13 meter yacht, ditemukan pada sebuah atol kecil di Tonga.Polisi Australia yang bekerja sama dengan Drug Enforcement Administration Amerika Serikat dan otoritas di seluruh Asia dan Pasifik Selatan menilai harga yang tinggi di Australia untuk obat terlarang dan nilai dolar yang menguat membuat negara ini menarik bagi penyelundup.(Reuters/Fit/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top