Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANG ISRAEL-PALESTINA: Pemimpin Liga Arab tiba di Tepi Barat

RAMALLAH, Palestina: Pemimpin Liga Arab Nabil al-Arabi tiba di Ramallah pada Sabtu (29/12) untuk kunjungan ke Tepi Barat, kata koresponden AFP.Arabi akan disusul oleh 10 menteri luar negeri negara-negara Arab, demikian menurut keterangan Kepala Diplomasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  00:22 WIB

RAMALLAH, Palestina: Pemimpin Liga Arab Nabil al-Arabi tiba di Ramallah pada Sabtu (29/12) untuk kunjungan ke Tepi Barat, kata koresponden AFP.Arabi akan disusul oleh 10 menteri luar negeri negara-negara Arab, demikian menurut keterangan Kepala Diplomasi Palestina, Riyad al-Maliki.Juru runding Palestina, Saeb Erakat, pada pekan lalu mengatakan dia berharap Liga Arab akan segera mengucurkan dana "jaring pengaman" sebesar 100 juta dolar yang dijanjikan oleh kelompok itu seiring sanksi keuangan yang diberlakukan Israel.Pada 2 Desember lalu, Israel menyatakan pihaknya tidak akan menyalurkan dana pungutan pajak bagi otoritas Palestina bulan ini sebagai bentuk protes terhadap upaya negara itu memperoleh status negara peninjau di Perserikatan Bangsa Bangsa akhir November lalu.Setiap bulan, Israel berkewajiban menyalurkan 460 juta shekels (120 juta dolar) atas cukai barang di pasar Palestina yang transit melalui pelabuhan Israel. Jumlah tersebut menyumbang sebagian besar dari anggaran belanja Palestina.Proses transfer itu diatur melalui Protokol Paris 1994 bersama dengan Palestina.Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada September lalu mengatakan krisis ekonomi di Palestina akan memburuk kecuali negara itu mendapat peningkatan bantuan asing.Dalam laporan terpisah, Bank Dunia juga memperkirakan defisit anggaran Palestina mencapai 1,5 miliar dolar pada 2012, sementara dana bantuan asing diperkirakan hanya mampu menutup 1,14 miliar dari kekurangan itu.Pada awal Desember, Kabinet Palestina mengumumkan kota Ramallah yang terletak di Tepi Barat membutuhkan sedikitnya 240 juta dolar setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan belanja anggarannya akibat keputusan Israel yang menghentikan distribusi pajak serta kegagalan penyaluran bantuan dana dari sejumlah donor.Pemerintah Palestina menjalankan pemerintahan di Tepi Barat dan sebagian besar dana bantuan diperoleh dari Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara Arab.Tetapi selama beberapa tahun terakhir terdapat penurunan jumlah bantuan dari negara Arab yang menyebabkan pemerintah Palestina beberapa kali tidak mampu menggaji 153.000 pegawai negeri sipilnya.Pemerintah juga masih harus membayar gaji pegawai bulan November seiring keputusan Israel yang menghentikan penyaluran pajak.Pemimpin Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, menjanjikan bantuan dana senilai 400 juta dolar untuk membantu pembangunan di Gaza ketika berkunjung pada Oktober lalu.Tetapi pertempuran yang terjadi antara HAMAS dan militer Israel baru-baru ini menyebabkan sejumlah wilayah semakin rusak, sehingga dibutuhkan lebih banyak dana lagi untuk pembangunan di sana. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top