KEMERDEKAAN PALESTINA: Fatah Rayakan Milad ke-48 Di Jalur Gaza

KOTA GAZA: Partai Fatah Presiden Palestina Mahmud Abbas cabang Gaza menyatakan mereka akan merayakan ulang tahun di wilayah kantong yng dikuasai oleh Hamas itu setelah tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  05:59 WIB

KOTA GAZA: Partai Fatah Presiden Palestina Mahmud Abbas cabang Gaza menyatakan mereka akan merayakan ulang tahun di wilayah kantong yng dikuasai oleh Hamas itu setelah tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Kami sepakat dengan Perdana Menteri (Hamas) Ismail Haniya bahwa Fatah akan merayakan Milad [HUT]  ke-48 pada 1 Januari di kompleks Soraya, dimana pasukan keamanan ditempatkan,” kata pejabat Fatah Yehiye Rabba.

Terakhir kali Fatah, yang menguasai Tepi Barat, mengadakan perayaan di Jalur Gaza untuk memperingati pendirian kelompok itu pada 2007.

Dalam perayaan HUT-nya, Fatah memperingati operasi pertama terhadap Israel yang diklaim sayap bersenjata kelompok tersebut yang ketika itu dikenal sebagai Al-Assifa (Badai) pada 1 Januari 1965.Pada 2006, Hamas menang besar dalam pemilihan umum Palestina, mengalahkan Fatah yang telah lama mendominasi yang dipimpin Abbas. Namun, pemilu itu berbuntut pada perseteruan antara kedua kelompok pejuang tersebut.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.Sejak itu wilayah pesisir miskin itu diblokade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah – jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas dan Tepi Barat berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu itu telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari bulan lalu yang menewaskan 174 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel, empat warga dispel dan dua prajurit.

Kekerasan itu meletus pada 14 November, dengan pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel.

Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel, 421 diantaranya disergap oleh sistem anti-rudal Iron Dome.

Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel dicapai Rabu (21/11), sehari setelah diplomasi bolak-balik yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon, yang tercoreng oleh kekerasan lintas batas yang semakin mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza. (antara/afp/yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top