Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DISKUSI BUKU: Kritik Ruang & Pemahaman Arsitektur

JAKARTA: Indonesian Visual Art Archive (IVAA) menyelenggarakan diskusi buku  The Pating Tlecek Ruang Arsitektur  bersama Eko Nugroho, Eko Prawoto dan Yoshi Fajar Kresno Murti.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 22 Desember 2012  |  19:31 WIB

JAKARTA: Indonesian Visual Art Archive (IVAA) menyelenggarakan diskusi buku  The Pating Tlecek Ruang Arsitektur  bersama Eko Nugroho, Eko Prawoto dan Yoshi Fajar Kresno Murti.

Buku ini merupakan sebuah etnografi pembangunan rumah. Cerita mengenai latar belakang pemilik rumah dan pembahasan biografi ruang sebagai konteks cerita dalam membangun kritik ruang, serta memberikan pemahaman yang lain mengenai pengetahuan rumah dan arsitektur.

Dari diskui itu dibahas tentang kajian mengenai rumah dan arsitektur saat ini cukup heboh dan menarik untuk dicermati. Penerbitan, tayangan visual dan pemberitaan media umum mengenai rumah dan arsitektur bertumbuh subur serta selalu asyik untuk diulas banyak segi dari keduanya.

Tidak hanya soal desain, fungsi dan simbol, tetapi rumah telah mengalami lompatan yang jauh. Ia bisa menjadi bagian pasar properti yang terus dipasarkan. Rumah menjadi persoalan spekulasi ruang yang bersifat global, demikian pembicaraan yang muncul dalam diskusi yang berlangsung   Jumat malam (21/12/2012).

Ada banyak rumah di lokasi perumahan, di dalam bentuk apartemen maupun di kawasan real estate yang tidak pernah ditempati, tetapi dengan cepat berganti-ganti pemilik.

Banyak juga kawasan rumah yang ditempati oleh bermacam-macam orang dari seluruh dunia, namun tak ada satupun orang setempat. Demikian pula, di sisi lain, jutaan orang tidak mempunyai rumah dan belum pernah selama hidupnya menghuni rumah yang dimilikinya sendiri secara “legal”.

Arsitektur sesungguhnya lahir dari rumah, namun saat ini justru ia berbalik arah: rumah lahir dari arsitektur. Arsitektur menjadi bagian integral spiritualitas yang merumah, namun sekarang justru ia berlaku sebaliknya: arsitektur merumahkan hal-hal yang material dan visual.

Arsitektur menjadi alat menerjemahkan imajinasi “ideal” tentang rumah secara konkret. Bukan hanya mewujudkan pengertian rumah sebagai tempat fisik, melainkan sebagai sebuah media yang mewadahi ide akan tempat tinggal dalam imajinasi identitas gaya hidup yang lebih luas.

Ia tidak lagi meruang dan melokalisasi tempat sebagai satu keseluruhan, tetapi ia menjadi teknik pengolahan lahan (site) yang berbatas, pengorganisasian ruang yang sistemik. Selain itu  desain tampilan bangunan yang fashionable dan kalkulasi fungsi ruang atas ruang serta perhitungan kapital tempat atas ruang. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top