Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HABIBIE DIHINA: Presiden SBY Terganggu, Besok Temui PM Malaysia

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa terganggu dengan isu penghinaan mantan Presiden B.J. Habibie oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia.
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  19:48 WIB

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa terganggu dengan isu penghinaan mantan Presiden B.J. Habibie oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia.

Dia pun berjanji akan membicarakan masalah ini dengan Perdana Menteri Malaysia Mohd Najib Tun Razak."Terus terang saya terganggu dan menyayangkan ada artikel seperti itu yang mendiskreditkan Pak Habibie, sebagai pemimpin bangsa," ujar Yudhoyono, seusai nonton bareng film Habibie &  Ainun di XXI Epicentrum, Senin (17/12/2012).Dia mengungkapkan komentar penghinaan terhadap Habibie itu seharusnya bisa dicegah, mengingat Indonesia dan Malaysia tengah memperbaiki hubungan baik.Yudhoyono mengemukakan besok (Selasa, 18/12) akan melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur Malaysia untuk membicarakan kerja sama bilateral tahunan bersama PM Malaysia Najib Tun Rajak. Dalam pertemuan nanti, kata Yudhoyono, masalah penghinaan Habibie ini akan menjadi topik yang disampaikan untuk dibahas dan ditindaklanjuti.Presiden mengatakan meskipun pandangan Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin merupakan pendapat pribadi, yang tidak mewakili pemerintah Malaysia. Namun tulisannya dalam sebuah koran di Malaysia sudah mengganggu hubungan kedua negara."Saya menghargai Pemerintah Malaysia yang masih meminta sodara Zainudin untuk meminta maaf kepada Habibie. Sungguhpun itu tidak mencermintkan sikap dan pandangan pemerintah, tapi perorangan, namun telah menggangu, hubungan baik," katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, Zainudin Maidin melakukan penghinaan kepada Habibie melalui tulisannya di sebuah koran. Habibie dituduh sebagai penghianat bangsa dan budak imperialis atau The Dog of Imperialism. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top