KAWASAN FTZ BATAM: Kata Frost & Sullivan, Batam Perlu Kembangkan Tiga Sektor Industri ini

BATAM--Lembaga konsultan internasional Frost and Sullivan menilai kawasan FTZ Batam perlu mengembangkan sektor-sektor industri yang dapat mengiringi dinamika ekonomi Singapura.
News Editor | 13 Desember 2012 19:21 WIB

BATAM--Lembaga konsultan internasional Frost and Sullivan menilai kawasan FTZ Batam perlu mengembangkan sektor-sektor industri yang dapat mengiringi dinamika ekonomi Singapura.

Menurut Shivaji Das, Vice President Public Sector Practice Frost & Sullivan, kawasan FTZ Batam harus memerhatikan percepatan ekonomi Singapura yang didorong oleh upah yang tinggi di negara tersebut dan munculnya industri hi-tech.

"Singapura sudah sangat berubah, sekarang industri yang hi-tech tidak membutuhkan tenaga kerja. Hal ini juga harus disikapi dengan hati-hati, apalagi akhir-akhir ini standar upah Singapura sudah diatas Amerika Serikat," kata di Batam, Kamis (13/12/2012).

Menurutnya, dengan perubahan tersebut diiringi dengan perlambatan ekonomi Singapura diperkirakan akan berdampak ke kawasan FTZ Batam yang selama ini menurut Frost and Sullivan masih sangat ketergantungan dengan negara tersebut.

Dia menyebutkan, sebesar 60% pendapatan Batam masih terkonsentrasi untuk industri manufaktur elektronik dan 70%-80% pasar tersebut diekspor ke Singapura.

"Batam sangat tergantung dengan Singapura. Singapura sedang melambat, kami melihat Batam perlu mencari pasar potensial baru selain Singapura dengan diversifikasi industri untuk mengurangi resiko gejolak-gejolak ekonomi agar tidak berdampak ke Batam," paparnya.

Menurutnya, ada tiga industri yang potensial untuk dikembangkan di Batam sekaligus punya pasar potensial di pasar global selain Singapura.

Tiga sektor itu adalah, green technology, pariwisata dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

"Untuk green tech Eropa dan AS adalah pasar potensial, untuk tourism, China dan Australia, dan untuk ICT, Malaysia sangat potensial," sambungnya.

Shivaji juga memaparkan BP Batam perlu menambah industri baru, memperkuat sektor logistik dan melengkapi industri pelengkap agar perkiraan Frost and Sullivan GDP Batam bisa tumbuh 1,5 kali pada 2020.

Frost and Sullivan juga menyarankan delapan sektor industri untuk dikembangkan di kawasan FTZ Batam sebagai langkah diversifikasi industri.

Rekomendasi delapan industri tersebut adalah Informasi dan komunikasi, produk refinery petro, jasa outsourcing, komputer, elektronik dan produk optikal, pariwisata, dan perlengkapan transportasi termasuk pembuatan dan perbaikan kapal.

Selanjutnya BP Batam juga perlu membangun industri transhipment termasuk transportasi dan gudangnya sebagai pintu penghubung daerah asal produksi dengan daerah permintaan.

"Ini perlu dilakukan, kalau ini terintegrasi, bisa dicapai pertumbuhan ekonomi dua kali dari sekarang," katanya.(k17/k59)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Wahyu Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup