Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKSI OPEC: Kuota 30 Juta Barel Dipertahankan, El-Badri Tetap Sekjen

WINA—Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) kembali mempertahankan target produksinya karena harga minyak mentah saat ini dianggap cukup tinggi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  16:06 WIB

WINA—Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) kembali mempertahankan target produksinya karena harga minyak mentah saat ini dianggap cukup tinggi.

Ini adalah kedua kalinya OPEC tidak mengubah kuota produksinya sebanyak 30 juta barrel per hari sepanjang tahun ini dengan prediksi pasokan minyak mentah akan melampaui permintaan pada tahun depan.

“Semuanya sama seperti sekarang. Kami merespon permintaan pelanggan. Apapun yang mereka minta kami berikan,” kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi di Wina pada Selasa (12/12) waktu setempat.

Minyak mentah Brent, nilai kontrak yang menjadi acuan bagi separuh minyak mentah dunia, tercatat US$111,78 per barel. Selain tidak mengubah kuotanya, negara-negara OPEC yang memproduksi 40% minyak mentah dunia itu gagal memilih sekretaris jenderal.

Para menteri perminyakan dan energi negara-negara anggota OPEC memutuskan untuk mempertahankan El-Badri sebagai Sekretaris Jendral yang seharusnya mengakhiri masa jabatan periode keduanya pada bulan ini.

“Sebagian besar negara eksportir itu senang dengan keseimbangan pasar dan level harga saat ini. Pasar masih seimbang dengan banyaknya pasokan yang siap untuk menghadapi setiap gangguan atau risiko geopolitik,” kata Andrey Kryuchenkov, analis VTB Capital di London.

“Mereka cukup senang dengan harga sekarang. Mereka mungkin ingin bermain di sekitar target formal untuk sementara ini,” kata Bill Farren-Price, CEO Petroleum Policy Intelligence, yang sebelumnya memprediksi dengan tepat kuota OPEC 2011.

Dua belas negara anggota OPEC juga harus bersaing dengan lonjakan produksi minyak mentah serpih dari Amerika Serikat (AS) yang tahun lalu masih membeli 21% dari ekspor OPEC. (Bloomberg/if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires/A. Puja R. Altiar

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top