Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAMPANYE HEMAT ENERGI: Istana mulai batasi nyala lampu

JAKARTA:Ada yang berbeda hari ini saat memasuki Istana Negara, pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pidato terkait kebijakan penghematan energi pada Selasa malam.
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  12:17 WIB

JAKARTA:Ada yang berbeda hari ini saat memasuki Istana Negara, pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pidato terkait kebijakan penghematan energi pada Selasa malam.

 

"Semoga kalangan wartawan yang bawa kamera bisa tercukupi cahaya lampunya ya," kata satu pejabat humas di Istana Kepresidenan kepada wartawan yang meliput penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dari BPK ke Presiden SBY di Istana Negara, Rabu 30 Mei 2012.

 

Betul saja, setelah diperhatikan Istana Negara hari ini sedikit 'temaram' pencahayaannya. Setelah diperhatikan memang lima lampu sorot yang berjejer  di satu sisi  ruangan besar yang ada Istana Negara yang biasanya menyala seluruhnya, kali ini cuma dihidupkan  satu.

 

Begitu  juga lampu di ruangan lainnya, yaitu ruangan tempat SBY menerima tamu serta tinggal di Istana Kepresidenan yang ada di Istana Negara juga nampak 'lebih gelap' dari biasanya. Lampu kristal di bagian tersebuit tidak semua dinyalakan,

 

"Di kompleks lembaga kepresidenan berbeda dengan  hari sebelumnya.  Sudah banyak lampu yang kita padamkan," kata Presiden Yudhoyono saat memberi pengantar acara penyampaian. LHP LKPP di Istana Negara.

 

Kemudian Presiden Yudhoyono menceritakan bagaima Jepang melakukan penghematan penggunaan energi untuk kembali membangun ekonomi negaranya, pasca perang dunia II serta pasca tsunami yang menyebabkan gangguan pembangkit listrik di Negeri Sakura tersebut.

 

"Mari laksanakan pengehamatan eneri secara signifikan," kata SBY.

 

Seperti diketahui satu dari lima kebijakan penghematan energi yang disampaikan dalam pidato Presiden Yudhoyono Selasa malam adalah melakukan  penghematan penggunaan listrik dan air di kantor pemerintah baik daerah, BUMN dan BUMD, serta penghematan penerangan jalan-jalan, yang mulai diberlakukan pada bulan Juni 2012.

 

Pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung jawab untuk suksesnya pelaksanaan program tersebut.

 

Adapun  5 langkah kebijakan itu adalah pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU, pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan, konversi BBM ke BBG untuk transportasi, dan penghematan penggunaan listrik dan air di kantor pemerintah. (Bsi)

 

BACA JUGA:

* Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level terendah 4 bulan

* Ini dia saham pilihan untuk perdagangan hari ini

* Tunggu pengumuman stok, harga minyak bertahan US$90,76

 

SITE MAPS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top