Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERUMAHAN: Aturan hunian berimbang 1:2:3 sulit diterapkan

MALANG: Aturan hunian berimbang 1:2:3 yang draf-nya segera masuk  ke Kementerian Hukum dan HAM sulit diterapkan karena pertimbangan aspek bisnis.Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim Tri Wedyanto, mengatakan pengertian hunian berimbang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  17:41 WIB

MALANG: Aturan hunian berimbang 1:2:3 yang draf-nya segera masuk  ke Kementerian Hukum dan HAM sulit diterapkan karena pertimbangan aspek bisnis.Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim Tri Wedyanto, mengatakan pengertian hunian berimbang dalam aturan harus jelas standarnya. Standarnya harus setempat, yakni dalam satu kompleks perumahan.“Kalau standarnya dari pemerintah dengan mengacu rumah sederhana Rp88 juta, maka sulit diterapkan di lapangan. Pengembang perumahan mewah tidak mungkin menyediakan rumah sederhana seharga itu,” kata Tri Wedyanto di Malang, Selasa (29 Mei).Pengembang perumahan mewah, lanjut dia, untuk memperoleh tanah sering  membayarnya dengan harga mahal. Penyebabnya karena biasanya memilih lokasi yang strategis, seperti mudah diakses jalan besar, dekat dengan fasilitas-fasilitas umum lainnya, dan lainnya.Dengan harga yang tinggi, menurut dia, maka tidak mungkin pengembang membangun rumah sederhana dalam satu kompleks perumahan mewah dengan harga standar pemerintah.Jika dipaksakan, pengembang tentu akan merugi. Dampaknya mereka akan malas merealisasikan proyek perumahan mewah dengan alasan dari sisi bisnis tidak layak, karena harus menyediakan perumahan sederhana.Namun bagi pengembang perumahan sederhana, lanjut   Direktur PT Kharisma Karangploso Indah itu, maka ketentuan tidak bermasalah. Malah menguntungkan.Dengan begitu maka pengembang perumahan sederhana tidak hanya menyediakan rumah sederhana sesuai dengan bisnis inti mereka, melainkan bisa menyediakan rumah menengah dan mewah.Dengan demikian, maka keuntungan pengembang bisa lebih tinggi. Hasil penjualan perumahan menengah dan atas bisa menyubsidi pengadaan perumahan sederhana.(api)

 

BACA JUGA:

Kisah Dahlan Iskan lagi

Peraih tertinggi ujian nasional 2012

Negara kehilangan Rp2,35 triliun!!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top