Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KERUGIAN BENCANA: Duh! Mayoritas pemda salah hitung

BANDUNG BARAT: Mayoritas pemerintah daerah salah dalam menghitung kerugian dan kerusakan yang timbul akibat bencana alam yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah. Pakar Iklim dan Guru Besar Bidang Ilmu Hidrologi Universitas
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  17:42 WIB

BANDUNG BARAT: Mayoritas pemerintah daerah salah dalam menghitung kerugian dan kerusakan yang timbul akibat bencana alam yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah. Pakar Iklim dan Guru Besar Bidang Ilmu Hidrologi Universitas Gadjah Mada Prof Sudibyakto mengatakan selama ini estimasi kerugian bencana sebagian besar daerah itu terlalu tinggi. "Berdasarkan temuan kami, hanya bencana longsor yang tidak mungkin menimbulkan kerugian ratusan miliar rupiah," kata Sudibyakto saat menjadi pembicara dalam pelatihan kerusakan dan kerugian di Bandung, Selasa (29 Mei). Dia menjelaskan cara penghitungan kerusakan dan kerugian akibat bencana harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti perumahan penduduk, infrastruktur umum, pendidikan dan keagamaan, fasilitas produktif seperti irigasi, lahan pertanian, pariwisata serta kerusakan lingkungan dan perekonomian. Untuk itu, katanya, dari semua bencana yang terjadi tidak akan menimbulkan kerugian yang sama apabila menerapkan metode pehitungan kerusakan dan kerugian yang disebut damage and loss assessment (DALA). Menurut dia, Indonesia memerlukan ahli yang bisa menghitung kerusakan dan kerugian bencana karena selama ini selallu over estimate dalam melakukan penaksiran kerugiannya. Persoalannya belum semua daerah memiliki tim yang ahli menerapkan metode perhitungan DALA tersebut. “Apalagi, 130 kabupaten/kota di Indonesia merupakan daerah rawan bencana dan di Jawa Barat salah satunya adalah Kabupaten Bandung Barat. Maka, diperlukan ahli DALA yang memadai, karena ini berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia," ujarnya. Sudibyakto menjelaskan di Indonesia teori DALA merupakan hal yang baru dan baru diterapkan setelah peristiwa Tsunami 2009 dengan keterlibatan Bank Dunia. Sedangkan di negara asalnya Karibia sudah mulai diterapkan sejak 1970. Selama ini, katanya, persoalan mindset masih menjadi kendala dalam penanganan bencana yaitu dana itu akan banyak dikeluarkan apabila telah terjadi bencana, mengupayakan tindakan pencegahan.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hedi Ardia

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top