Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKSI MOBNAS: Pemerintah menargetkan mulai bergulir 2013

JAKARTA: Pemerintah menargetkan produksi massal mobil merek nasional berkapasitas mesin 650 – 700 cc (mikro) dapat terlaksana efektif pada tahun depan, atau setelah platform mobnas diselesaikan.Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan penyelesaian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  19:06 WIB

JAKARTA: Pemerintah menargetkan produksi massal mobil merek nasional berkapasitas mesin 650 – 700 cc (mikro) dapat terlaksana efektif pada tahun depan, atau setelah platform mobnas diselesaikan.Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan penyelesaian platform dilakukan sebagai cara agar prinsipal lokal dapat memiliki kesamaan prosedur operasional di bidang produksi secara terfokus pada pasar yang spesifik.Untuk mencapai kesamaan platform, pemerintah mendorong prinsipal lokal mengidentifikasi persoalan teknis terutama yang berkaitan dengan sistem suspensi dan dimensi mobil (undercarriage) serta pengembangan teknologi power train (mesin, transmisi dan axle) untuk mesin berkapasitas 650 – 700 cc.“Soal produksi mobil mikro, kami sudah membicarakannya dengan Asia Nusa [Asosiasi Industri Automotif Nusantara]. Mobil yang mungkin diproduksi massal adalah angkutan murah pedesaan. Pada 2013 diharapkan bisa launching secara massal,” kata Hidayat dalam raker dengan Komisi VI DPR hari ini.Saat ini terdapat sekitar 15 prinsipal lokal yang telah memiliki merek komersial. Beberapa di antara mereka adalah PT Super Gasindo Jaya, pemegang merek Tawon, PT Inka (Gea), PT Triagle Motor (Viar), PT Maha Era Motor (Mahator), PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), PT Kaisar Motor Indonesia (Kaisar).Selain itu, terdapat PT Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari (Kancil), PT Tossan Sakti (Tossa), PT Asian Auto Internasional (Aaibus), PT Fin Komodo (Komodo), PT Sarimas Ahmadi Pratama (Mobira), dan PT Askarindo Mobilindo (Truck).(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yusuf Waluyo Jati

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top