Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RESI GUDANG: Pemprov Jabar Akan Terapkan Untuk Beras & Gabah

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  08:51 WIB

 

 

BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendorong penerapan resi gudanglebih banyak guna menstabilkan harga beras atau gabah.

 

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan resi gudang sangat efektif untuk stabilisasi harga beras di daerahnya juga menaikan pendapatan para petani.  “Jadi [beras/gabah] Tidak terlalu naik, tidak terlalu turun,” katanya.

 

Lewat resi gudang, menurutnya, petani bisa menjual beras/gabah ketika harga sedang tinggi. Sebaliknya, jika harga tengah rendah, petani akan menyimpan beras di gudang sambil menunggu harga naik.

 

Untuk penerapan resi gudang ini pihaknya sudah mempersiapkangudang-gudang, yang dikelola Bulog maupun non Bulog. “Gudang-gudangini untuk menerima hasil panen petani sambil menunggu harga berastinggi,” katanya.

 

Heryawan menilai resi gudang ini bisa menjadi solusi tepat bagikesejahteraan petani. Saat harga rendah, petani yang menyimpan berasdi gudang bisa mengambil sebagian harga berasnya.

 

“Begitu harga naik, baru hasil panen petani tersebut dilepas atau jual. Kemudian petanibisa mendapat sebagian uang sisanya,” paparnya.  

 

Menurut Heryawan, resi gudang baru berlaku di kota atau kabupaten penghasil padi terbesar di Jabar, seperti Karawang, Indramayu dan Purwakarta. Dia berharap ke depan resi gudang sudah berlaku di semua kabupaten/kota di Jabar. "Gudang  juga ada yang mengelola. Dan didukung oleh perbankan. Misalnya BJB maupun bank nasional di Jabar,"katanya.  

 

Kepala Bulog Divisi Regional Jabar Usep Karyana menyatakan siap jika Pemprov Jabar akan mendorong penerapan resi gudang. “Kami siap untuk mendukung program ini. Kami siap untuk diajak bicara lebih lanjut soal teknis penerapannya,” katanya kepada Bisnis, Minggu 27 Mei 2012.

 

Bulog Divre Jabar baru menerapkan sistem resi gudang ini di Kabupaten Majalengka dan Jatisari, Karawang.  

Pihaknya juga siap jika gudang bulog akan digunakan untuk menampung beras petani yang menggunakan resi gudang. “Resi gudang itu sifatnya ada sistem komersilnya. Meski PSO [Public Service Obligantion] kita siap [dukung],” katanya.

 

Kapasitas gudang bulog di daerah sendiri mencapai 425 ton, dimana saat ini diisi oleh beras PSO. Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar Entang Sastraatmadja meminta pemerintah memberikan pelatihan dan pemahaman terlebih dahulu pada petani sebelum memberlakukan resi gudang.  

 

Di Jabar menurut Entang, baru sekitar 3% daerah yang sudah menerapkan pola resi gudang. Entang menuturkan adanya pemberlakuan resi gudang tersebut disambut beragam oleh pihak petani dan masyarakat. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Miftahul Khoir, Wisnu Wage P

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top