Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Tim SAR balik kandang, KNKT lanjutkan pencarian FDR

BOGOR: Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan melanjutkan pencarian flight data recording (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, sementara Badan SAR Nasional hari ini secara resmi mengakhiri operasi evakuasi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  00:24 WIB

BOGOR: Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan melanjutkan pencarian flight data recording (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, sementara Badan SAR Nasional hari ini secara resmi mengakhiri operasi evakuasi.

 

"Setelah penutupan ini kami akan berkoordinasi dengan Korem 061/Suryakancana, untuk melanjutkan operasi kewilayahan mencari FDR," kata investigator KNKT Choirudin saat ditemui di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin, 21 Mei 2012.

 

Choirudin mengatakan, tanpa FDR investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 tidak akan komplit, sehingga benda tersebut harus tetap dicari.

 

Menurutnya, ditutupnya operasi lanjutan pencarian korban dan FDR oleh Kepala Basarnas pada hari ini, tidak menghambat investigasi KNTK.

 

"Kita akan memanfaatkan sumberdaya yang sudah kita kumpulkan baik dari alat-alat yang sudah kita temukan, dan keterangan dari sejumlah saksi-saksi baik itu masyarakat setempat dan pihak ATC," katanya.

 

Dia mengatakan, FDR berfungsi untuk mengetahui situasi dan kondisi terakhir pesawat sesaat sebelum kecelakaan. FDR mencatat ketinggian, tekanan udara, kondisi cuaca, dan kecepatan selama pesawat dalam penerbangan.

 

"FDR ini menyimpan data ketinggian, arah pesawat, daya bentur pesawat. Jika FDR tidak ditemukan kita akan memanfaatkan semua data yang ada di Soekarno Hatta," katanya.

 

Dikatakannya, sekarang KNKT telah mengumpulkan alat-alat bukti berupa cockpit voice recorder (CVR) dan Emergency local transmition (ELT).

 

ELT dengan frekwensi 406 ditemukan oleh tim SAR gabungan Indonesia dan Rusia tadi pagi, di mana kondisi benda berwarna oranye tersebut dalam posisi on.

 

"Tapi ELT ini tidak memancarkan sinyal karena antenanya sudah patah. Jika antena tidak ada, benda ini tidak bisa berfungsi," katanya.

 

Saat ditanya kapan operasi lanjutan itu dimulai, Choirudin menyebutkan akan secepatnya dilaksanakan.

 

Ajak Danrem 061

Dia mengatakan, setelah operasi ini ditutup oleh Kepala Basarnas, ia akan melakukan pembicaraan dengan Danrem 061/Suryakanca terkait pencarian FDR yang belum ditemukan.

 

"Berdasarkan Undang-Undang internasional batas waktu pencarian FDR itu hingga 12 bulan. Setelah ini kita akan bicarakan dengan Danrem, ini pencarian lanjutan dibawah koordinasi KNKT," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo memutuskan penutupan operasi lanjutan pencarian FDR karena berbagai pertimbangan.

 

Ia mengatakan, pencarian FDR telah dilakukan secara optimal oleh tim SAR gabungan Indonesia dan Rusia.

 

Fokus pencarian FDR dilakukan selama tiga hari setalah operasi SAR gabungan ditutup di hari ke 10.

 

"Kita sudah melakukan pencarian secara optimal, radius pencarian juga sudah kita perluas lebih dari 1 km dari pencarian awal. Dan berdasarkan laporan di lokasi sudah sangat kecil sekali peluang untuk menemukan korban dan benda-benda tersebut," katanya.

 

Lebih lanjut Daryatmo mengatakan, proses identifikasi korban juga sudah berjalan sebanyak 45 orang terindentifikasi.

 

Selain itu, tim Rusia juga menyatakan cukup melakukan pencarian dan mereka telah menarik anggotanya dari Gunung Salak. "Jadi operasi lanjutan ini saya nyatakan ditutup.” (Antara/Bsi)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top