Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS EROPA: G-8 minta Yunani bertahan di euro

CHICAGO: Para pemimpin Grup Delapan Negara (G-8), yang terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, dan Rusia, mendesak Yunani untuk tetap tinggal di zona euro dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Eropa.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  14:27 WIB

CHICAGO: Para pemimpin Grup Delapan Negara (G-8), yang terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, dan Rusia, mendesak Yunani untuk tetap tinggal di zona euro dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Eropa.

 

Meskipun demikian, mereka sepakat bahwa langkah-langkah tepat yang akan diambil setiap pemerintah di Eropa, pejabat Uni Eropa, dan As, untuk dua tujuan utama dalam hal pemulihan krisis utang Eropa itu, tidak akan sama.

 

“Kami setuju pentingnya zona euro yang kuat dan kohesif demi pemulihan dan stabilitas global, dan kami menegaskan keinginan kami bahwa Yunani tetap tinggal di zona euro dan menghormati komitmen mereka,” tegas G-8 kemarin di Camp David.

 

Kanselir Jerman Angela Merkel menjadi pusat perhatian dalam pertemuan di kediaman Presiden AS Barack Obama di luar Washington itu karena dia tengah menghadapi tekanan yang menguat untuk mengganti pendekatan penghematan.

 

Sebagai pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di zona euro, Merkel menawarkan penghematan guna memulihkan perekonomian Eropa. Namun, krisis yang telah membuat pasar-pasar bergejolak tetap berlangsung hingga 3 tahun.

 

Sementara itu, Presiden Perancis Francois Hollande, dalam debut pertemuannya setelah dilantik 3 hari sebelumnya, sependapat dengan dengan Obama akan penolakan terhadap pengetatan anggaran dan pengurangan utang yang digagas Jerman.

 

“Arah perdebatan yang berlangsung akhir-akhir ini meyakinkan kami Eropa telah membuat langkah signifikan guna mengendalikan krisis,” ujar Obama kepada wartawan.

 

“Dan sekarang ada konsensus yang berkembang bahwa pertumbuhan perekonomian dan penciptaan lapangan pekerjaan harus diutamakan saat ini dalam konteks reformasi fiskal dan struktural,” tegasnya. (Bloomberg/03/Bsi)

 

TOPIK GLOBAL PILIHAN REDAKSI:

 

TOPIK AKTUAL: 

PILKADA DKI: Bekal BAJU KOTAK-KOTAK Buat JOKOWI

ENGLISH NEWS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top