Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NOURIEL ROUBINI: Yunani harus keluar

NEW YORK: Tragedi Yunani mendekati puncaknya. Yunani jelas akan mengalami gagal bayar utangnya pada tahun ini atau tahun berikutnya dan keluar dari zona euro.Nouriel Roubini, Kepala Roubini Global Economics, mengatakan penundaan keluar dari euro setelah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  14:46 WIB

NEW YORK: Tragedi Yunani mendekati puncaknya. Yunani jelas akan mengalami gagal bayar utangnya pada tahun ini atau tahun berikutnya dan keluar dari zona euro.Nouriel Roubini, Kepala Roubini Global Economics, mengatakan penundaan keluar dari euro setelah pemilihan Juni dengan pemerintahan baru yang berkomitmen pada kebijakan yang gagal (penghematan resesi dan reformasi struktural) tidak akan mengembalikan pertumbuhan dan daya saing."Yunani terjebak dalam lingkaran setan. Satu-satunya cara untuk menghentikannya dengan memulai default secara teratur, dikoordinasikan dan didanai oleh Bank Sentral Eropa, Uni Eropa, dan IMF (Troika), yang memperkecil kerugian Yunani dan seluruh zona euro," ujar Guru Besar Ekonomi pada Stern School of Business, New York University, dalam rilisnya kemarin.Dia mengungkapkan paket pembiayaan terbaru Yunani yang diawasi oleh Troika, memberikan keringanan utang yang jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan. Namun dengan bantuan utang yang lebih umum, Yunani tidak bisa kembali ke pertumbuhan tanpa memulihkan daya saing secara cepat.Menurutnya, tanpa mengembalikan daya saing, beban utang tidak akan berkurang. Namun semua pilihan yang dapat mengembalikan daya saing memerlukan depresiasi mata uang.Opsi pertama, euro tampaknya tidak akan melemah tajam karena Jerman yang kuat dan ECB tidak agresif melonggarkan kebijakan moneter. Penurunan biaya tenaga kerja yang cepat melalui reformasi struktural yang meningkatkan pertumbuhan produktivitas yang melebihi upah juga tidak mungkin.Jerman butuh sepuluh tahun untuk mengembalikan daya saing dengan cara ini; Yunani tak mungkin berada dalam depresi selama satu dekade. Demikian pula deflasi harga dan upah yang cepat, yang dikenal sebagai "devaluasi internal," akan menyebabkan depresi semakin buruk dalam lima tahun mendatang.Roubini mengungkapkan jika tidak ada satupun dari tiga pilihan tersebut yang layak, satu-satunya jalan yang tersisa adalah meninggalkan zona eropa. Kembali ke mata uang nasional dan depresiasi yang tajam akan mengembalikan daya saing dan pertumbuhan dengan cepat.Kerugian yang akan dialami bank zona euro akan dapat diatasi jika bank merekapitalisasi dengan benar dan agresif. Untuk menghindari ledakan paska keluar dari sistem perbankan, Yunani mungkin memerlukan langkah-langkah sementara seperti hari libur bank dan kontrol modal untuk mencegah kekacauan.Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa/Mekanisme Stabilitas Eropa (European Financial Stability Facility/European Stability Mechanism - EFSF/ESM) harus melakukan rekapitalisasi yang diperlukan dari Bank Yunani melalui suntikan modal langsung. Wajib pajak Ropa akan mengambil alih sistem perbankan Yunani, tetapi ini akan menjadi bagian dari kompensasi atas kerugian yang dikenakan pada kreditur."Yunani juga akan merestrukturisasi dan mengurangi utangnya kembali. Klaim Troika atas Yunani tak perlu dikurangi nilai nominalnya, tetapi tenornya perlu diperpanjang satu decade lagi, dan bunganya dikurangi. Pemotongan lebih lanjut atas klaim swasta juga diperlukan, dimulai dengan moratorium pembayaran bunga," ujar salah satu penulis buku Crisis Economics.Dia menjelaskan beberapa orang berpendapat PDB riil Yunani akan jauh lebih rendah dalam skenario keluar daripada semestinya selama deflasi. Namun secara logis ada kekurangan. Bahkan dengan deflasi, daya beli riil akan turun, dan nilai riil utang akan naik (deflasi utang) karena depresiasi riil terjadi.Lebih penting lagi, dengan keluar dari zona euro akan memulihkan pertumbuhan langsung melalui depresiasi nominal dan riil sehingga menghindari depresi selama satu decade. Dan kerugian perdagangan yang diberlakukan pada zona euro oleh depresiasi drachma akan menjadi sederhana, mengingat bahwa Yunani hanya menyumbang 2% dari PDB zona euro.Kembali mengingat depresiasi risiko nilai tukar drachma lebih dari apa yang diperlukan untuk mengembalikan daya saing, yang akan menyebabkan inflasi dan memaksakan kerugian hutang eksternal yang lebih besar. Untuk meminimalkan risiko ini, cadangan Troika saat ini yang dikhususkan untuk bailout Yunani harus digunakan untuk membatasi overshooting nilai tukar; kontrol modal juga akan membantu.Mereka yang mengklaim bahwa keluarnya Yunani akan menyeret negara lain dalam krisis juga terbantahkan. Negara-negara lainnya sudah memiliki masalah yang keberlanjutan hutang yang mirip dengan Yunani dan daya saing yang berkurang.Sebagai contoh, Portugal mungkin harus merustrukturisasi hutangnya dan keluar dari zaona euro. Keadaan ekonomi yang tidak likuid tapi berpotensi seperti Italia dan Spanyol akan membutuhkan dukungan dari Eropa terlepas dari apakah Yunani akan keluar atau tidak. Memang, tanpa dukungan likuiditas Italia dan spanyol mungkin akan mangkir dari pelunasan hutang publiknya.Sumber daya resmi baru yang substansial dari IMF dan ESM juga likuiditas ECB dapat digunakan untuk melindungi negara-negara ini dan bank-bank bermasalah di zona euro. Terlepas dari apa yang Yunani, bank-bank zona euro harus cepat direkapitalisasi, yang membutuhkan suntikan modal langsung dari program baru berskala Uni Eropa. (T07/TW)

 

 

+ Ini 5 KANAL TERPOPULER Yang Dikunjungi Pembaca BISNIS.COM:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top