Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROGRAM PERUMAHAN, solusi Palembang kurangi kemiskinan

JAKARTA: Pemerintah Kota Palembang optimistis dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan program nyata berupa housing atau perumahan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  14:00 WIB

JAKARTA: Pemerintah Kota Palembang optimistis dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan program nyata berupa housing atau perumahan.

 

Wali Kota Palembang Edi Santana mengatakan pihaknya menargetkan tingkat kemiskinan itu dapat turun sekitar 10% pada tahun ini.

 

"Mereka yang miskin itu adalah mereka yang selama puluhan tahun tidak punya rumah. Kami ingin beri program nyata, mungkin ada sekitar 30.000 warga yang akan dapat rumah," jelasnya kepada Bisnis saat menghadiri Rakornas III FPID di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, hari ini.

 

Pihaknya berharap BUMN yang ada di Palembang dapat berperan dalam terlaksananya program perumahan ini melalui corporate social responsibilty (CSR) mereka.

 

Saat ini baru REI yang menyatakan kesiapan untuk mendukung program penurunan tingkat kemiskinan itu.

 

Sebelumnya, Pemkot Palembang sudah lebih dulu menggulirkan program khusus untuk perumahan rakyat ini berupa penerapan kredit harian.

 

Edi mengatakan dalam program yang berjalan hampir 2 tahun itu warga dapat memberi rumah dengan cicilan Rp10.000 per hari.

 

Lahan yang digunakan untuk pembangunan rumah itu juga merupakan tanah subsidi dari Pemkot Palembang.

 

"Kami ingin slum area di Palembang tidak ada lagi. Program ini juga jadi percontohan bagi kota-kota lain,"katanya.

 

Terdapat 120 unit rumah di daerah bantaran sungai Palembang yang sudah dibangun pemkot.Edi mengemukakan selain membangun rumah, pemerintah juga membentuk koperasi dan lembaga keuangan mikro di wilayah perumahan itu agar ekonomi masyarakat di sana dapat bergerak naik. (19/arh)

 

 

JANGAN LEWATKAN:+ IHSG SIANG: Indeks kian jauh dari 4000

+ Proyek MP3EI berpotensi langgar ham

+ Reksa dana tetap perlu wajib peringkat

+ TRAGEDI SUKHOI: Jadi tanda tanya kenapa black box hangus terbakar

+ Antam turunkan harga buybackRp8.500 per gram

+ HARGA KOMODITAS: Indeks naik meski minyak terkoreksi

+ EURO bergerak flat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top