Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi asing di CHINA menurun

JAKARTA : Penanaman modal asing (PMA) di China turun 0,7% pada bulan April 2012 dari periode yang sama tahun lalu menjadi US$8,4 miliar akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan krisis keuangan yang menekan pengeluaran korporasi.Data yang disampaikan
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  16:59 WIB

JAKARTA : Penanaman modal asing (PMA) di China turun 0,7% pada bulan April 2012 dari periode yang sama tahun lalu menjadi US$8,4 miliar akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan krisis keuangan yang menekan pengeluaran korporasi.Data yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Rakyat China (RRC) ini menegaskan adanya risiko perlambatan pertumbuhan di perekonomian terbesar di Asia ini, menyusul laporan pekan lalu yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan output industri.Selain pertumbuhan produksi industri China paling lambat sejak 2009 itu, tanda-tanda perlambatan perekonomian juga ditandai dari jumlah pinjaman baru dalam mata uang yuan yang  juga berkurang pada 2012.China telah memangkas rasio cadangan perbankan pada 12 Mei 2012 untuk memacu pengucuran pinjaman agar tidak berkurang menyusul UBS AG dan Bank of America Corp. yang mengurangi estimasi pertumbuhannya pada kuartal II dan sepanjang 2012."Investasi asing secara umum akan stabil sepanjang tahun ini meskipun volatil secara bulanan," ujar Lu Zhiming, peneliti dari Bank of Communications Co.Meskipun perlambatan pertumbuhan produksi industri secara tidak langsung menjadi sentimen negatif, Lu yakin perusahaan asing tidak akan buru-buru menarik modal  yang telah ditanamkan."Sepanjang mereka dapat membukukan laba lebih mudah di China daripada di negara maju yang lain dan situasi politik tetap stabil," jelasnya.Dalam 4 bulan pertama tahun ini, PMA di lokasi bisnis terbaik ke-19 versi Bloomberg ini telah turun 2,4% menjadi US$37,9 miliar, sedangkan dalam 3 bulan pertama turun 2,8%. Pada tahun lalu, PMA naik 9,7% menjadi US$116 miliar.Juru Bicara Kementerian Perdagangan RRC Shen Danyang pada bulan lalu mengatakan proyeksi PMA masih suram karena krisis utang Eropa masih menekan dan persaingan meningkat dari negara berkembang lain yang berlomba-lomba mencari dana asing. (ra)

 

 

BACA JUGA:

>> MARKET CLOSING—IHSG Turun Tipis 7,42 Poin

>>Jakarta Composite Index Slips 1.02% To 4,013.27

>>REKAP MARKET: Inilah Risalah Berita Market

>> Duh! Konser Lady Gaga dilarang polisi

10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top