Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: AJI ingatkan etika peliputan jurnalis

BANDARLAMPUNG: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengingatkan agar pemberitaan dan peliputan masif tragedi Sukhoi oleh media massa dan para jurnalis mematuhi kode etik jurnalistik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  08:45 WIB

BANDARLAMPUNG: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengingatkan agar pemberitaan dan peliputan masif tragedi Sukhoi oleh media massa dan para jurnalis mematuhi kode etik jurnalistik.

 

"AJI Indonesia mengimbau rekan-rekan jurnalis peliput dan kantor media yang menayangkan pemberitaan itu, agar senantiasa berpedoman kepada kode etik jurnalistik, pedoman pemberitaan media online, dan standar perilaku penyiaran yang berlaku," kata Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi dalam siaran persnya, Minggu 13 Mei 2012.

 

Dalam siaran pers yang juga ditandatangani Kepala Divisi Etik Profesi Dandy Koswara itu, AJI menyayangkan model peliputan sensasional yang mengekploitasi korban.

 

Eksploitasi itu diantaranya menayangkan berulang-ulang kondisi korban, mengeksploitasi kesedihan, menampilkan foto korban secara berlebihan, histeria keluarga korban, dan membuat berita spekulatif-konspiratif yang ditengarai telah dilakukan beberapa media massa.

 

AJI mengajak media massa mempertimbangkan perasaan keluarga korban dalam melakukan pelaporan jurnalistik.

 

"Mereka yang sedang berduka adalah bagian dari publik yang memiliki hak untuk mendapatkan informasi secara proporsional, tidak semata sebagai objek berita," tegas Eko.

 

Para pemimpin redaksi media massa hendaknya mempertimbangkan aspek peliputan berperspektif korban sebagai tanggung jawab moral jurnalistik profesional dan beretika.

 

AJI mengkritik media massa yang menjual produk jurnalistik dari tangisan dan penderitaan korban, apakah lewat oplah, page view, atau rating.

 

AJI mendorong Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk aktif mengawasi pemberitaan cenderung provokatif dan melanggar kode etik jurnalistik. (Antara/Bsi)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

 

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top