Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MERCEDES-BENZ incar market share 51% bis mewah

YOGYAKARTA: Mercedes-Benz Indonesia optimistis mampu meraih market share 51% bis mewah pada 2012 dengan memperkuat segmen rear engine luxury bus market melalui dua produk baru dengan teknologi suspensi dan rangka terbaru."Tren penjualan 2010 hingga
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  15:43 WIB

YOGYAKARTA: Mercedes-Benz Indonesia optimistis mampu meraih market share 51% bis mewah pada 2012 dengan memperkuat segmen rear engine luxury bus market melalui dua produk baru dengan teknologi suspensi dan rangka terbaru."Tren penjualan 2010 hingga 2011 memang turun, tetapi pada 2011 hingga 2012 tren menanjak sehingga kami optimistis dengan produk terbaru bisa meraih market lebih besar," ujar Diyanto Prayudiman Bus Sales Manager Mercedes-Benz Indonesia, hari ini.Mercedes-Benz Indonesia memperluas jajaran produk kendaraan niaga bus ramah lingkungan berstandar Euro 3 dengan meluncurkan produk baru yaitu chassis bus OH 1626 dan OH 1830.Kehadiran ini akan semakin meramaikan industri kendaraan niaga di Indonesia dengan teknologi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, ramah lingkungan dan lebih nyaman dengan fitur suspensi udara (air suspension) pada tipe OH 1626 dan OH 1830.Fitus suspensi udara diklaim menjadi unggulan Mercedes-Benz karena memberikan kemudahan dalam hal perawatan dibandingkan suspensi konvensional dimana di dalam penggunaan harian tidak membutuhkan pelumasan pada bilah-bilah suspensi yang biasa dilakukan pada suspensi konvensional untuk mengurangi kebisingan.Sementara jika terjadi kerusakan pada suspensi udara, maka pengguna hanya perlu mengganti balon udaranya saja sebagai komponen utama dalam suspensi udara.Chassis OH 1626 yang dibandrol Rp749 juta (off the road) ditenagai mesin 6.374cc enam silinder berstandar Euro 3 dengan torsi 950 Nm sejak 1200-1600 rpm dengan daya maksimal 260 tenaga kuda pada 2200 rpm.Sementara chasis OH 1830 yang dibandrol Rp919 juta (off the road) ditenagai mesin 7.200cc enam silinder berstandar Euro 3 dengan torsi 1200 Nm sejak 1400 rpm dengan daya maksimal 300 tenaga kuda pada 2200 rpm.Kedua jenis bis ini dilengkapi dengan chassis space frame yang memungkinkan bis ini dibangun dengan kapasitas bagasi bawah yang jauh lebih besar dari pendahulunya tanpa terhalang oleh chassis utama.Bisnis mencatat dana yang dikeluarkan agar bis siap operasional a.l biaya karoseri kendaraan  mencapai Rp300 juta untuk kapasitas 46 kursi hingga Rp350 juta bagi kapasitas 18 penumpang. Sementara pemasangan AC mencapai Rp80 juta ditambah pemasangan bangku (seat) yang mencapai Rp40-Rp50 juta-an. Menurut Diyanto Prayudiman pesanan chassis OH 1626 hingga Mei yang ditargetkan diproduksi mencapai 400 unit seluruhnya telah dipesan sehingga membuat Mercedes-Benz Indonesia berencana menambah produksi di Wanaherang, Bogor, Jabar. "Sebagian besar pengguna OH 1626 yang mencapai 80% berada di Jawa. Bahkan bis yang berada di Sumatra dimiliki perusahaan di Jawa, meski demikian pesanan juga ada yang berasal dari pulau lain," ujarnya. Sementara untuk chasis OH 1830 yang berjumlah 50 unit sejauh ini belum secara resmi diluncurkan bagi umum namun baru telah dimiliki sejumlah perusahaan bis sekaligus menjadi unit promosi bagi pasar.  (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top