Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar kantongi Rp38 Triliun investasi baru

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 November 2011  |  16:08 WIB

 

BANDUNG: Realisasi investasi Jawa Barat tahun ini diyakini dapat melampaui target menyusul pencapaian hingga kuartal III/2011 sudah menyentuh Rp38,48 triliun dari target Rp39,47 triliun.
 
Data Badan Koordinasi Penanaman dan Promosi Modal Daerah (BKPPMD) Jawa Barat menunjukan perkembangan realisasi investasi triwulan III/2011 untuk penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) sudah tercapai 97,5% dari target yang ditetapkan.
 
“Investasi Jabar sudah terealisasi 97,5% dari target. Melihat kondisi ini, Jabar dapat melampaui target menjadi 120-130%,” kata Kepala BKPPMD Jabar Agus Gustiar kepada bisnis hari ini.
 
Agus menambahkan realisasi triwulan III/2011 ini bahkan lebih besar dari periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan III/2010 realisasi investasi PMA dan PMDN Jabar sebesar Rp15 triliun.
 
Menurutnya kondisi  makro ekonomi, pola konsumsi, dan posisi Indonesia di tingkat ASEAN turut mendukung terwujudnya realisasi investasi yang baik di Jabar.
 
Agus mengatakan industri logam, mesin dan elektronik masih menduduki peringkat pertama sektor yang diminati para investor. Saat ini total investasi pada sektor tersebut sudah mencapai Rp7,69 triliun. Disusul sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp6,9 triliun. 
 
BKPPMD juga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan tol Cisumdawu agar tahun depan minat dan realisasi investasi di provinsi ini semakin tinggi.
 
Johnny Andhela, Wakil Ketua Umum Kadin Jabar bidang Investasi dan Perdagangan, menilai realisasi investasi masih terlihat hanya sebatas dokumen tapi belum sampai pada tahap pembangunan fisik. “Jika mau melihat pembangunan fisik mungkin masih di bawah 90%,” katanya.
 
Menurutnya, investor dari negara Asia seperti China banyak memanfaatkan Jabar sebagai lokasi relokasi perusahaan sebagai dampak krisis AS-Eropa. (arh)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top