Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unesco: Komodo jangan sampai dikacaukan swasta

BADUNG: Lembaga kebudayaan yang bernaung di bawah perserikatan bangsa-bangsa (United Nation Educational Scientific and Cultural organization/UNESCO) mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terkecoh kepentingan pihak swasta dalam
Matroji
Matroji - Bisnis.com 22 November 2011  |  21:26 WIB

BADUNG: Lembaga kebudayaan yang bernaung di bawah perserikatan bangsa-bangsa (United Nation Educational Scientific and Cultural organization/UNESCO) mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terkecoh kepentingan pihak swasta dalam pemilihan pulau komodo sebagai tujuh keajaiban dunia baru.

 
Director General Unesco  Irina Bokova mengatakan Indonesia jangan sampai terkacaukan inisiatif swasta dan popularitas dengan memberikan dukungan melalui media sosial. Unesco sebagai lembaga dunia telah memiliki dasar panjang serta kajian akademis yang komprehensif untuk menentukan.
 
“Para ahli kami sudah bekerja untuk menghasilkan daftar kategori warisan benda,” katanya dalam Sidang Komite Antarpemerintah dan Unesco di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang dibuka sore ini.
 
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpedoman pada standardisasi milik UNESCO dalam pemenangan Pulau Komodo sebagai tujuh keajaiban baru  dunia.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah tidak akan melarang salah satu organisasi menetapkan Pulau Komodo sebagai salah satu tuuh keajaiban baru. “Jika ada swasta mengadakan voting untuk pemilihan Pulau Komodo ya nggak masalah,” katanya pada kesempatan yang sama.
 
Pengiriman pesan singkat yang ditujukan pada New7Wonders, lanjut Mari, bertujuan sama dengan Indonesia. Namun perlu diingat, Unesco sudah mengakui Pulau Komodo sebagai World Natural and Cultural Heritage pada 1991. “Itu sudah merupakan bentuk pengakuan Unesco untuk Pulau Komodo.”
 
Mari berpesan, pada pemilihan Pulau Komodo sebagai ikon baru pariwisata dunia jangan sampai merusak habitat komodo. Saat ini, pemerintah tetap eksis membudidayakan komodo. “Saat ini komodo sudah termasuk hewan langka.”
 
Saat ini, mantan wakil presiden republik Indonesia era pemerintahan pertama Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, kian getol menggalang dukungan untuk komodo sebagai salah satu dari 10 finalis keajaiban dunia versi New7Wonders. Jusuf Kalla pun dijuluki bapak Komodo.
 
Bahkan, Ketua Tim Pendukung Pemenangan Komodo Emmy Hafild, memperkirakan angka total dukungan kepada 28 kandidat akan menembus satu miliar pesan singkat, sesuai target yang dipatok panitia penyelenggara. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Blomberg

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top