Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Makassar: CT suntik modal Bank Sulut

Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. CT suntik modal Bank Sulut, DPK bank umum di Sulteng tembus Rp8 triliun, Petani di Sulsel keluhkan harga jagung, Permintaan Kartu Kredit
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  08:29 WIB

Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. CT suntik modal Bank Sulut, DPK bank umum di Sulteng tembus Rp8 triliun, Petani di Sulsel keluhkan harga jagung, Permintaan Kartu Kredit Meningkat Pesat, Produksi Minyak Satu Juta Barel pada 2014, Ekspor Pupuk Indonesia Melonjak, Hotel Diamond Siapkan 19 Kamar Bertarif Murah, Cukai Rokok Naik 15 Persen, Pendapatan Makassar Ditarget Rp 1,6 T.

 

CT suntik modal Bank Sulut: Bos Para Group Chaerul Tanjung diperkirakan akan memperkuat struktur permodalan PT Bank Sulut dengan menyuntikan dana segar untuk menjadikan bank tersebut sebagai bank regional champion.

Modal yang ditanam oleh pemilik usaha Grup Para yang biasa disapa CT ini diprediksi akan mencapai ratusan miliar rupiah atau berkisar 30% dari modal setor para pemegang saham. “Para pemegang saham bank itu sudah memberikan ‘lampu

hijau’ untuk CT,” ujar sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Bisnis, kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)

 

DPK bank umum di Sulteng tembus Rp8 triliun: Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun bank-bank umum di Sulawesi Tengah per September 2011 atau akhir triwulan III/2011 telah mencapai Rp8,05 triliun atau meningkat Rp52 miliar dari triwulan sebelumnya.

Pemimpin Bank Indonesia Palu Rahmat Hernowo mengatakan pertumbuhan tertinggi dana pihak ketiga (DPK) terjadi pada deposito yang tumbuh 3,95% atau sebesar Rp1,88 triliun dibandingkan deng-an triwulan sebelumnya yaitu Rp1,81

triliun,. Sedangkan giro turun 3,39 % atau 1,62 triliun dari triwulan sebelumnya pada tahun yang sama yang tercatat sebesar Rp1,68 triliun,” paparnya. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)

 

Petani di Sulsel keluhkan harga jagung: Petani jagung di Sulawesi Selatan mengeluhkan harga jagung yang terus merosot menyusul derasnya aliran jagung impor ke wilayah ini. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan

(KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan dalam tiga bulan terakhir harga salah satu komoditas andalan Sulsel ini terus menurun seiring masuknya jagung impor.

“Agustus 2011, harga jagung di tingkat petani masih Rp2.500 per kg. Memasuki September 2011, harga itu turun menjadi Rp2.300 per kg. Kemudian harga itu terus merosot pada Oktober hingga November hingga menjadi Rp1.800-Rp1.700 per kg,” ujarnya barubaru ini. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)

 

Permintaan Kartu Kredit Meningkat Pesat: Badan Musyawarah Perbankan Daerah sukses menyelenggarakan Banking Expo dengan membukukan 3.072 aplikasi. Kartu kredit tercatat sebagai produk dengan permintaan tertinggi, mencapai 1.519 aplikasi. “Selama empat hari penyelenggaraan, bank telah berhasil melakukan sosialisasi produk keuangan kepada masyarakat,” kata Ketua Panitia Banking Expo, Hudli Huduri, saat penutupan pameran di Mal Ratu Indah, Ahad lalu.

Ia menyatakan pameran ini merupakan salah satu upaya lembaga keuangan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Ia menilai acara itu sukses mengajak pengunjung menyimpan dana dibank. Jumlahnya mencapai 839 aplikasi dalam bentuk dana pihak ketiga, terdiri atas tabungan, deposito dan giro. (Sumber: Tempo Makassar)

 

Produksi Minyak Satu Juta Barel pada 2014: Produksi minyak nasional diperkirakan baru dapat mencapai satu juta barel per hari pada 2014. “Titik baliknya tahun depan, produksi bias ditekuk ke atas,” ujar Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegitan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini kemarin.

Ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi mengatakan realisasi produksi minyak hingga akhir 2011 diperkirakan tidak memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2011 sebanyak 945 ribu barel per hari. (Sumber: Tempo Makassar)

 

Ekspor Pupuk Indonesia Melonjak: Meskipun penyerapan pupuk bersubsidi di dalam negeri masih jauh dari target tahun ini, tidak berarti para produsen pupuk merugi, sebab produsen mengekspor produksinya dengan harga lebih baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume ekspor pupuk pada September 2011 mencapai 280.106 ton atau melonjak 1.670,5 persen dibandingkan volume bulan sebelumnya yang 15.820 ton. Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS, Hamonangan Ritonga, mengatakan maka, volume ekspor pupuk Januari Spetember 2011 tercatat mencapai 412.747 ton, naik 243,12 persen dari volume ekspor pada periode yang sama tahun 2010 yang hanya 120.292 ton.(Sumber: Fajar)

 

Hotel Diamond Siapkan 19 Kamar Bertarif Murah: Satu lagi hotel beroperasi di Makassar. Hotel tersebut adalah hotel Diamond, terletak di kawasan Panakkukang. Hotel ini resmi di launching kemarin, Senin 22 November.

Direktur Utama Hotel Diamond, Adhi Francis Chandra, mengatakan, hotel ini, akan menyasar kalangan pebisnis di Makassar. “Segmentasinya kalangan menengah ke atas. Kita juga sudah kerjasama dengan masing-masing company, serta travel,” ujar Adhi.(Sumber: Fajar)

 

Cukai Rokok Naik 15 Persen: Pemerintah akhirnya menyetujui kenaikan tariff cukai rokok mulai 1 Januari 2012 dengan rata-rata sebesar 15 persen. Kenaikan cukai dilakukan agar konsumen rokok menurun demi kesehatan masyarakat.

Hail itu disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Gedung DPR, senayan, Jakarta, Senin (21/11). “(Peraturan Menteri Keuangan / PMK) sudah ditandatangani. Kita sudah bicarakan ini dengan semua pihak dan kita sudah konsultasi dengan DPR untuk ada kenaikan harga cukai.(Sumber: Tribun Timur)

 

Pendapatan Makassar Ditarget Rp 1,6 T: Pendapatan daerah Kota Makassar pada tahun 2012 direncanakan meningkat 9,75 persen. Pada tahun ini, pendapatan hanya Rp 1,5 triliun dan tahun depan meningkat menjadi Rp 1,6 triliun. Pendapatan ini berasal dari PAD, dana perimbangan, dan sumber lainnya.

Hal ini menjadi pembahasan terkait rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dalam rapat Tim Anggaran Pemkot Makassar di gedung DPRD Kota Makassar, Senin (21/11). PAD Makassar 2012 direncanakan sebesar Rp 360 miliar, dana perimbangan direncanakan sebesar Rp 1 triliun dan sumber lainnya sebesar Rp 225 triliun. Rapat anggaran ini diskorsing hingga, hari ini karena tim anggaran meminta waktu untuk mempelajari rancangan umum anggaran ini.(Sumber: Tribun Timur)(api)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Nur RahmaH

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top